Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
“Balasdendam akan merusakmulebihdalamdibandingkan orang yang telahmelukaimu”
-someone else- . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Satu jam sebelumpembalasan...
Rombongan inti Zeus tiba dengan KLX nya di Mansion Aldricson dan di sambut oleh para anggota Deminios yang lain. Satria berubah pikiran, sebelumnya dia tidak ingin memberitahu Laskar perihal rencana mereka tapi Virhan berusaha meyakinkan Ketua nya agar tidak bertindak sendirian. Setelah tiba mereka membeberkan rencana untuk menyelamatkan Daniel dan yang lainnya secepat mungkin, mereka tidak punya banyak waktu mengingat Aldo sangat licik. Alhasil Satria meminta bantuan Jordi agar ikut dalam rencana mereka, Satria juga meminjam beberapa senjata dan mobil sedan lawas milik Hendry dan beruntung Petter mengijinkan nya.
Disana juga ada inti Delta yang siap membantu, perselisihan antara Delta dan Virhan sudah lama selesai—mereka memilih untuk saling memaafkan dan kembali berteman baik. Di sisi lain Laskar sempat ragu dengan rencana Satria tapi mau bagaimana lagi? Jika mereka tidak cepat bertindak maka teman teman nya akan semakin dalam bahaya, Jordi sudah menghubungi Giovani dan Alejandro untuk meminta bantuan. Kini mereka siap bertempur dibawah komando Satria, sesuai rencana Satria, Krisna, Angga, Virhan, Galang dan Jordi menuju Hotel Pasific dengan senjata masing-masing.
"Tenang aja, ka. Gue sama yang lain bakal hati hati. Kalian juga harus siap, nandi Bang Jordi bakal kasih kalian sinyal dan saat itu juga kalian harus bergerky. Paham?"
Mereka mengangguk patuh.
"Siap, sat. Hati hati di jalan"
Team Satria pun mulai meninggalkan Mansion, sementara mereka yang tersisa berharap harap cemas menunggu kabar baik yang semoga saja terkabul.
"Petter, apa om dan tante sudah di hubungi lagi?" Tanya Laskar pada Petter.
Petter menggeleng kecil. "Belum ada, Tuan. Saya sudah berusaha menghubungi markas dan pihak Kerajaan tapi tetap tidak ada jawaban. Sepertinya kita hanya bisa menunggu Tuan dan Nyonya datang" Ujarnya lirih, pria itu tidak tau lagi harus berbuat apa.
Satu-satunya harapan adalah Henry, tapi pria itu bahkan tidak ada kabar apapun mengingat keadaan di Eropa sana sedang kacau.
"Kita sabar sedikit lagi, semoga aja ada titik terang dari m masalah ini. Tapi sejujurnya gue mulai takut—"
Semua orang menatap tanya ke arah Lando.
"Gue takut salah satu dari kita jadi korban lagi. Cukup Rey sama Ivan—" Lando menggeleng keras dengan air mata yang mulai turun.