LEGACY | 63

54 7 15
                                        

Valerine dan Team nya membantu orang-orang itu munuju Aula untuk bergabung bersama yang lain, langkah demi langkah mereka pijak agar bisa sampai ke lantai paling bawah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Valerine dan Team nya membantu orang-orang itu munuju Aula untuk bergabung bersama yang lain, langkah demi langkah mereka pijak agar bisa sampai ke lantai paling bawah. Dalam situasi seperti ini mereka tidak mungkin menggunakan lift, alhasil hanya tangga darurat satu satunya jalan untuk mereka naiki. Bila dibantu Jonathan memapah Diego karna kondisi pria itu semakin memburuk, Diego mengalami pendarah ringan di pelipisnya.

Sementara itu Valerine dan Rafael berjalan dibelakang sembari berjaga-jaga, namun sudut mata Valerine menangkap sebuah bayangan seseorang. Reflek wanita itu berhenti dan menoleh kesamping, tepat di ujung lorong dia melihat siluet manusia yang paling dia benci. Tangan nya terkepal kuat dibalik senjata nya, matanya memerah menahan amarah yang meluap.

"El, lo bawa mereka pergi. Gue harus selesaikan sesuatu" Ujar Valerine masih menatap lorong jauh yang jauh disana.

Rafael sontak memegang pergelangan tangan Valerine dan menggeleng.

"Lo ngga boleh kemana mana. Biar gue yang periksa, lo ikut sama yang lain" Rafael melarang Valerine untuk pergi sendiri karna sangat berbahaya.

Valerine balas memegang tangan Rafael.

"Semuanya akan baik baik aja, el. Gue janji ngga akan lama, lo bantu mereka ya. Kasian Kak Diego, gue duluan" Ujar Valerine kemudian pergi tanpa menghiraukan panggilan Rafael.

"Val!"

Rafael menatap kepergian Valerine dengan rasa cemas, sejujurnya dia bimbang antara menyusul Valerine atau membantu orang orang itu. Tapi Rafael yakin jika Valerine akan baik baik saja, meski hatinya merasakan perasaan tidak enak namun ia coba mengenyahkan nya. Dia menggantikan Bila memapah Diego, pria itu sudah setengah sadar dan harus cepat mendapatkan perawatan.

🪐🪐🪐🪐🪐

Daniel dan teman temannya menerobos masuk ke dalam Hotel, mereka mencari keberadaan yang lain di setiap sudut ruangan. Sekilas mereka mendengar tangisan anak anak yang sepertinya tidak jauh dari posisi mereka, Daniel memberi kode pada yang lain agar berpencar sementara dirinya pergi ke ruangan CCTV.

Julian berjalan paling depan dan memeriksa satu persatu ruangan, namun tangisan itu semakin kencang yang mana tertuju pada sebuah aula besar namun dengan pintu yang tertutup rapat. Julian menggedor pintu itu dan mencoba melihat ke dalam, tapi tirai yang menghalangi membuat Julian kesulitan.

Dug! Dug!

Nihil, tidak ada jawaban apapun dari dalam sana. Julian tidak menyerah, dia berusaha membuka pegangan pintu dengan sekuat tenaga nya.

"Ada orang didalam?! Ini Nathan" Seru Julian, siapa tau saja ada orang didalam namun merasa takut karna mengira mereka adalah orang jahat.

Samuel yang berada didalam aula sontak melotot, tanpa pikir panjang dia berlari dan membuka pintu aula. Julian yang berada didepan pintu pun telonjak kaget, tapi tak urung dia merasa lega karna ternyata didalam ada Samuel dan yang lain.

LEGACY || Sequel DEMONIOS GANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang