Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Triing~
Bel kembali berbunyi di Kedai milik Haidar, seorang pria berambut sedikit gondrong muncul dengan langkah lebar nya. Hans yang melihat kedatangan sahabatnya pun berdiri, dia melambaikan tangan nya agar pria itu tau keberadaan nya. Hans memeluk pria itu, keduanya saling memeluk dan menanyakan kabar satu sama lain. Dia adalah Fandy, sahabat Hans dan Rafael yang masih menjadi anak buah Aldo--juga Wakil Ketua Mars.
Hans sengaja mengajak Fandy ke Kedai milik Haidar untuk bertemu dengan Rafael, Fandy tidak tau alasan Hans mengajaknya bertemu namun dia merasa ada sesuatu yang pria itu sembunyikan. Fandy terakhir kali bertemu Hans saat sahabat nya itu sedang jadi buronan Anggota Mars.
"Lo apa kabar?" Tanya Hans perhatian.
"Seperti yang lo liat. Gue masih hidup sampe sekarang" Jawab Fandy dengan sedikit lelucon.
Bugh!
"Sialan lo" Hans memukul lengan pria itu, dia tidak suka dengan lelucon Fandy.
"Haha muka lo aneh banget, hans. Btw lo ngapain ajak gue kesini? Ada sesuatu?"
"--Sorry! Gue mau pesen minum" Hans mengangkat tangannya tanda ingin memesan.
"Ohh iya, kak!"
Damar dengan cepat menghampiri Hans namun tangannya ditahan oleh Haidar. "Biar gue aja. Lo lanjutin pekerjaan lo" Mau tidak mau Damar menurut.
Haidar menghampiri meja Hans dan Fandy, dia memberikan buku menu yang terdapat beberapa varian minuman baik coffee maupun non coffee. Tapi sebelumnya Hans mengenalkan Haidar pada Fandy, awalnya Fandy sempat terkejut karna dia bertemu langsung dengan salah satu Anggota Demonios yang menjadi musuh Mars.
"Fan, ini Haidar. Lo pasti udah tau kan? Haidar, ini Fandy sahabat gue" Ujar Hans.
Haidar mengulurkan tangan nya. "Haidar" Ujarnya singkat.
Entah kenapa Fandy sedikit gugup, aura pria didepannya cukup membuat nya ciut. "Gue Fandy" Pria itu menyambut uluran tangan Haidar.
"Mau pesen apa?"
Sebenarnya Haidar merasakan emosi nya mulai naik akibat kehadiran Fandy, dia tau jika pria yang merupakan sahabat Hans itu adalah Wakil Ketua Mars. Haidar coba menahan dirinya karna bagaiamana pun mereka adalah pelanggan pertama nya, jadi pria itu mencoba untuk berbaik hati.
"Gue pesen latte ice tapi low sugar" Celetuk Fandy.
Hans mengangguk. "Gue espresso double shot, ice nya dikit aja. Sama americano ice" Pesannya.
"Oke. Tunggu bentar ya"
Setelah mencatat pesanan Haidar kembali ke meja barista dan membuat pesanan Hans. Sedangkan Fandy tampak diam tanpa ekspresi, otaknya masih mencerna pesanan Hans. Espresso double shot? Rasanya sangat familiar di ingatannya. Espresso adalah minuman kesukaan Rafael dulu, apalagi ditambah double shot. Dulu setiap hangout Rafael pasti pesan minuman itu.