LEGACY | 48

85 10 1
                                        

Di Mansion Aldricson, Valerine tengah menonton drama korea di laptopnya sembari menunggu Daniel pulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di Mansion Aldricson, Valerine tengah menonton drama korea di laptopnya sembari menunggu Daniel pulang. Gadis itu memilih menonton di Ruang Tengah karna lebih sejuk, ditangan nya ada toples camilan manis sebagai teman menonton nya. Suasana Mansion tampak sepi karna para pekerja telah pulang jika sudah lewat pukul 9 malam, kecuali security dan bodyguard yang berjaga didepan. Saat sedang asik menonton tiba-tiba salah satu bodyguard menghampiri Valerine dengan membawa sebuah kotak di tangan nya.

"Maaf mengganggu, Nona. Ada kiriman untuk Nona Valerine" Ujar bodyguard tersebut.

Valerine mem-pause drama nya, alisnya bertaut.

"Dari siapa?" Tanyanya.

"Saya tidak tau, Nona. Tukang pos yang mengantarkan nya, dia bilang untuk Nona Valerine" Bodyguard itu menyerahkan sebuah kotak hitam dengan pita berwarna senada.

Valerine menerima kotak tersebut dengan perasaan ragu, kotak itu tampak berat seperti ada sesuatu didalamnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Valerine menerima kotak tersebut dengan perasaan ragu, kotak itu tampak berat seperti ada sesuatu didalamnya. Setelah menyuruh bodyguard itu pergi Valerine mengamati benda persegi tersebut untuk beberapa saat, pikiranya melanglang buana entah kemana. Dia mengira ngira siapa yang mengirimkan kotak itu untuk nya?

"Perasaan gue ngga enak" Meski ragu akhirnya gadis itu memutuskan untuk membuka kotak tersebut.

Bruukk!

Reflek Valerine melempar kotak tersebut ke lantai, raut wajahnya berubah dingin dengan sorot mata yang tajam. Dia tidak berteriak namun jantung nya berpacu hebat, kotak tersebut berisi potongan jari manusia yang masih berlumur darah. Dia dengan cepat menelpon Suami nya menyuruhnya pulang.

"Halo? Hugo, cepet pulang! Terror itu datang lagi"

'.....'

Tut!

Tanpa menjawab Daniel menutup telpon nya, sudah pasti pria itu langsung pulang dengan tergesa-gesa mengingat Istri nya sendirian di Mansion. Sedangkan Valerine masih menatap potongan jari itu dengan napas naik turun, apa semuanya akan dimulai sekarang?

"Gue ngga tau siapa lo, tapi cepat atau lambat bukan gue yang akan mati. Tapi lo" Ujar Valerine dalam hatinya.

Tak berselang lama Daniel datang sambil meneriaki nama Valerine, pria itu jelas sekali marah dan cemas. Namun ia tak sendiri, ternyata para Inti Demonios mengikuti dibelakang nya.

LEGACY || Sequel DEMONIOS GANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang