LEGACY | 55

74 10 2
                                        

Hari demi hari berlalu, harusnya hari ini adalah hari terakhir masa cuti Julian dan Justin tapi mereka memohon untuk memperpanjang cuti dengan suatu alasan yang tentunya tidak mudah disetujui oleh masing-masing Komandan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari demi hari berlalu, harusnya hari ini adalah hari terakhir masa cuti Julian dan Justin tapi mereka memohon untuk memperpanjang cuti dengan suatu alasan yang tentunya tidak mudah disetujui oleh masing-masing Komandan. Namun berkat koneksi Keluarga nya Julian dan Justin diijinkan cuti tambahan tiga hari, setelahnya mereka harus kembali tanpa alasan apapun. Sudah hampir satu minggu pula yang lain mengungsi di Mansion Daniel, mereka telah cukup berlatih dan siap tempur kapan saja. Berbagai senjata telah mereka kuasai meski tidak seperti profesional tapi patut di apresiasi, Valerine juga sudah sembuh sepenuhnya dan membantu yang lain berlatih pedang dan juga senapan.

Pagi menjelang siang ini mereka habiskan untuk bersantai sembari menonton Televisi, keringat bercucuran tanda kegigihan mereka dalam melatih kemampuan satu sama lain. Axton pun sudah banyak kemajuan, pria itu tidak lagi diam bak patung dan mulai berbaur dengan yang lain atas perintah Daniel. Mansion masih dijaga ketat oleh para bodyguard, Daniel tidak ingin ambil resiko jika sewaktu-waktu musuh menyerang mereka. Tadi pagi Rafael memberi kabar jika Fandy sudah sepenuhnya pulih dan diperbolehkan keluar Rumah Sakit, untuk sementara Fandy dan Hans tinggal di Rumah Rafael sampai keadaan benar benar aman. Terkadang Daniel masih memikirkan tentang Villa mereka yang telah hancur, bukan soal bangunan melainkan kenangan nya. Villa itu menyimpan banyak sekali kenangan mereka selama ini, namun jika sudah Takdir nya hancur Daniel bisa apa?

"Ada kabar apa dari Daddy?" Celetuk Valerine sambil menyandarkan kepalanya di bahu Daniel.

Pria itu mengusap rambut coklat Istri nya. "Semuanya baik baik aja. Daddy berhasil menggagalkan rencana Miranda, anak buah Mafia itu kabur" Ujarnya Daniel.

Semalam Henry menelpon Putranya untuk memberikan kabar jika mereka di sana baik baik saja, Henry juga mengatakan jika dia berhasil menggagalkan Miranda yang ingin menghancurkan pusat kekuasaannya dan entah kenapa tiba-tiba Miranda menarik semua anggota Mafia nya dan kembali ke Mexico. Namun Henry, Jane, Victor dan Gisella tidak bisa meninggalkan Spanyol karna ultimatum dari Pihak Kerajaan Spanyol yang mulai mencium organisasi gelap milik Henry.

"Tapi sampe kapan mereka ditahan? Apa ngga ada cara lain buat mereka pulang?" Valerine bangkit dan menatap penuh harap pada Suami nya.

"Ngga ada cara lain, Ve. Pihak Kerajaan udah turun tangan, artinya perintah itu mutlak tanpa bantahan. Kalo Daddy berontak bisa aja mereka ngga bisa pulang sampai kapan pun"

Arthur yang sejak tadi menyimak mulai tertarik dengan pembicaraan itu. "Terus apa yang terjadi di Markas? Is everything gone?" Tanya nya.

"Markas Besar lagi diselidiki, mereka mencari bukti apapun buat memberatkan Daddy"

"Apa mereka tau soal El Valiente? Terus Lusy gimana??"

Pertanyaan David membuat Daniel terdiam sesaat, Madrid dan Markas Besar adalah pusat kekuasaan El Valiente-disana juga tempat mereka bersembunyi sebagai organisasi gelap. Lantas apakah El Valiente akan berakhir begitu saja? Tentu tidak. Henry lebih cerdik dari yang mereka kira, sebelum penyelidikan itu Henry sudah mulai menebak jika Pemerintah dan Pihak Kerajaan telah mencium jejak kriminalitas mereka. Itu sebabnya sebagai Pemimpin Henry memberikan perintah mutlak pada semua anggota nya, penjara bawah tanah di kosong kan dan dibersihkan sedetail mungkin agar menghilangkan jejak. Lalu di bawa kemana Lusyana?

LEGACY || Sequel DEMONIOS GANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang