LEGACY | 47

80 9 4
                                        

Lusy memberontak, dia berusaha melepaskan ikatan ditubuh nya namun tidak bisa--badannya lemas akibat terlalu banyak menghirup obat bius saat dirinya di culik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lusy memberontak, dia berusaha melepaskan ikatan ditubuh nya namun tidak bisa--badannya lemas akibat terlalu banyak menghirup obat bius saat dirinya di culik. Mata Henry berkilat senang, sangat jarang melihat pria itu seperti ini bahkan saat melawan Andres sekalipun. Namun Henry mengumpat dalam hati, seharusnya putranya bersama nya saat ini--Daniel melewatkan sesuatu yang menyenangkan.
.
.
.
.

⚠️HATI HATI ADEGAN KEKERASAN⚠️

"Open the cloth"

Carlos dengan segera membuka kain penutup kepala Lusy sesuai perintah Bos nya. Disana wanita itu perlahan mengerjapkan matanya, darah mulai mengalir dari pelipis dan hidungnya--begitu kuat pukulan yang Henry berikan. Lusy terbatuk dan mengerang kesakitan, dia terus berteriak karna merasakan sakit yang luar biasa di Kepala nya.

"Are you awake, bitch?" Henry menyeringai menatap wanita itu.

Lusy yang menyadari ada seseorang perlahan menaikkan pandangan nya, tubuhnya seketika menegang ketakutan--dia beringsut mundur dengan tubuh masih terikat. Tidak pernah dia rasakan ketakutan sebesar ini ketika melihat seseorang, Henry semakin menyeringai iblis melihat reaksi dari Lusy.

"¿Por qué? Sorprendido ¿eh? ¿Crees que tu vida será más larga? Pero lo siento, parece que tengo que destruir tu felicidad"

( Kenapa? Kaget ya? Kau pikir hidupmu akan lebih lama? Tapi maaf, sepertinya aku harus menghancurkan kebahagiaan mu. )

Henry berjalan mendekati Lusy, wanita itu semakin bergetar dan tidak memperdulikan kepalanya yang hampir bocor--dia harus keluar dari sana.

"¡IR! ¡NO TE ACERQUES, BASTARDO!"

( PERGI! JANGAN MENDEKAT KAU, BAJINGAN! )

Lusy sama sekali tidak bisa mengontrol dirinya, dia terlalu takut dengan pria yang ada dihadapannya saat ini. Sudah lama dia dan putrinya menjauh dari mereka, sesulit itu pula dia menghilangkan jejak nya dari mereka namun sialnya semua tidak ada gunanya--mereka berhasil menemukan dirinya.

"Bagaimana rasanya bebas selama dua tahun ini, hm? Jangan kira aku membiarkan mu menghirup udara dengan begitu mudah, tidak sama sekali Lusy" Seringai Henry.

"GET OUT FROM ME, ASSHOLE!"

Henry tidak menghiraukan teriakan Lusy. "Bagaimana jika aku membunuhmu? Atau bahkan putri kesayangan mu" Pria itu berbisik tepat di telinga Lusy.

"JANGAN SENTUH DIA, BAJINGAN! MENJAUH DARI NYA!" Teriak Lusy berusaha menghalau pria didepannya.

Prok!

Prok!

Prok!

"Hebat. Lihatlah? Kau bahkan rela mempelajari bahasa kami, untuk apa? Tentu saja untuk balas dendam kan?"

LEGACY || Sequel DEMONIOS GANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang