Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Daniel dan Kevin telah sampai di Rumah Sakit Prima Medika tempat Fandy dirawat, mereka turun dari mobil dan menuju Ruangan VIP di lantai 5. Diluar Ruang Rawat Fandy berdiri empat orang bodyguard suruhan Zein, mereka bertugas menjaga Fandy dari segala hal yang membahayakan nyawanya. Daniel mengetuk pintu lalu masuk diikuti Kevin, didalam ada Rafael dan Hans yang duduk di sofa sementara Fandy terbaring lemah dengan wajah babak belur serta selang oksigen yang terpasang di hidung dan mulut nya. Rafael menyadari kehadiran Daniel dan Kevin lalu menyuruh mereka duduk.
"Kenapa ngga bilang mau kesini?" Tanya Rafael.
"Ngga papa. Fandy gimana? Ada perubahan?" Tanya Daniel balik sambil menatap Fandy.
Rafael tersenyum kecil.
"Syukur Fandy udah melewati masa kritis nya. Dokter bilang tinggal masa pemulihan dan nunggu dia sadar"
"Syukur lah"
Daniel kembali berucap. "Hans, lo bisa ceritain semua tentang X? Dari awal dia gabung ke Mars dan latar belakang nya?" Kini nada bicara Daniel lebih serius.
"Gue ngga tau pasti latar belakang nya, karna ngga ada yang tau tentang X selain Aldo. Dulu setelah kudeta itu Aldo merekrut banyak orang asing, preman preman—termasuk X. Bisa dibilang X itu ahli strategi Mars, dia licik. Setelah Septian sama Anto mati X jadi tangan kanan Aldo, dia yang mata-matai semua kegiatan kalian"
"Kevin, gue minta maaf udah ikut ngeroyok lo waktu itu" Hans tiba-tiba meminta maaf pada Kevin.
"Ngga usah dipikirin. Udah lama juga" Balas Kevin tenang, dia sama sekali tidak dendam.
Hans mengangguk dan kembali bercerita, dia mengatakan semua yang dia tau tentang X. Pria itu terlalu misterius bagi semua orang, X tidak pernah memperlihatkan wajahnya pada anggota Mars—kecuali Aldo.
"Lo ngga tau dia dari keluarga mana?" Celetuk Daniel, dia belum puas dengan penjelasan Hans.
Pria itu menggeleng.
"Gue cuma pernah denger kalo dia anak panti asuhan yang kehilangan saudara kembar nya"
"X punya kembaran?"
"Iya. Tapi dia hilang, makanya X masih nyari kembaran nya sampe sekarang" Ujar Hans seadanya, dia hanya tau tentang itu karna tidak sengaja mendengar pembicaraan Aldo dan X.
Rafael merasakan gelagat aneh Daniel, pria itu seperti sedang gelisah. "Sebenernya ada apa, niel? Kenapa lo tiba-tiba tanya soal X? Apa terjadi sesuatu?" Tanya pria jangkung tersebut.
Daniel menarik napas dan menghembuskan nya perlahan, cukup sulit mengatakan tentang keadaan Istri nya sekarang. Daniel curiga jika Valerine bertemu dengan X, tapi dia tidak tau apa yang di alami Istri nya hingga terkena panic attack.
"Valerine sempet hilang dan pas balik dia demam tinggi, Dokter bilang dia kena serangan panik dan syok berat. Sebelum pingsan Valerine sempet bilang X ada disini, gue curiga Ve ketemu sama dia" Terang Daniel lirih, ia merasa sedih saat membahas tentang Istri nya yang belum sadarkan diri.