LEGACY | 59

62 9 11
                                        

Lima orang pria berdiri di samping motornya masing-masing, mereka sudah memutuskan untuk pergi ke Jakarta hari ini juga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lima orang pria berdiri di samping motornya masing-masing, mereka sudah memutuskan untuk pergi ke Jakarta hari ini juga. Mereka adalah Inti Zeus yaitu Satria, Krisna, Virhan, Angga dan Galang. Kemarin kelima nya mendapat sebuah pesan berantai yang berisi peringatan kematian, awalnya mereka mengira jika itu adalah ulah orang iseng namun saat Satria bertanya pada teman temannya ternyata mereka juga dapat pesan yang sama. Setelah itu Satria menelpon Daniel untuk memberitahu hal tersebut, tanpa diduga semua orang terdekat Daniel mendapat pesan berantai yang sama pula—lalu saat itu juga Daniel meminta Satria dan teman temannya agar berhati-hati.

Kemudian beberapa saat lalu mereka melihat berita di Televisi yang menyiarkan tentang pembajakan sebuah Hotel oleh terduga terroris, juga serangan tiba-tiba dari para hewan monster. Satria mendapat telpon dari Laskar, pria itu mengatakan jika Daniel dan yang lain sedang dalam misi berbahaya—yaitu membebaskan para sandera yang ada di Hotel. Laskar juga mengatakan jika semua itu adalah ulah Aldo si Joker Penghianat, Satria sangat marah saat itu bahkan Galang mengamuk karna ingin sekali menghajar Aldo.

"Lo udah kabarin Laskar kalo kita ke Jakarta?" Tanya Angga pada Satria yang tengah menaiki motornya.

"Mereka ngga usah tau. Gue punya rencana lain"

"Maksudnya?"

Mereka tidak mengerti dengan jawaban Satria, sepertinya pria itu merencanakan sesuatu yang berbahaya.

"Kita jalan dulu, nanti gue kasih tau" Ujar Satria mengarahkan agar mereka cepat berangkat.

Akhirnya tanpa pikir panjang mereka segera bergegas menuju Jakarta, cukup sekali kehilangan sahabat dan mereka tidak ingin kehilangan lagi. Satria dan kawan kawan tidak akan membiarkan Daniel dan yang lain berperang sendiri, setidaknya mereka harus berguna.

🪐🪐🪐🪐🪐

Hari semakin petang namun kerumunan itu tidak mundur sejengkal pun, Daniel dan yang lain masih terkepung dalam Markas oleh para hewan monster tersebut. Mereka sudah menyusun rencana untuk kabur hewan predator itu, pertama-tama mereka harus membunuh semua monster yang ada dan pergi menuju mobil mereka di tengah hutan. Semuanya telah bersiap dengan senjata masing-masing, kali ini mereka tidak akan mengalah pada monster monster itu—tidak akan.

Untuk bisa keluar dari Markas mereka harus melewati pintu utama yang penuh dengan monster, namun Julian memberi saran agar mereka lewat pintu belakang Markas agar lebih mudah. Sayangnya Markas El Valiente itu berada di tengah hutan dan di kelilingi oleh tembok besar setinggi lima meter, jadi pintu keluar satu satu nya adalah melalui gerbang yang berisi tumpukan mayat bodyguard.

"Ready?" Tanya Daniel memberi isyarat pada teman temannya.

Mereka kompak mengangguk dan menaikkan masker wajah nya.

"Kita keluar pelan pelan, mereka bereaksi terhadap suara jadi jangan gegabah"

Menurut apa kata sang Leader, mereka mulai berjalan bergantian dengan Daniel yang berada di barisan paling depan sementara Kevin ada di barisan paling belakang sembari menodongkan shot gun nya untuk berjaga-jaga. Daniel membuka pintu belakang dengan sangat hati hati takut menimbulkan suara, lalu mereka keluar satu persatu dan berjalan mengendap-endap seperti pencuri. Mereka mengutuk Markas itu karna sangat besar dan luas, jadi perlu waktu untuk mencapai halaman depan dan gerbang utama.

LEGACY || Sequel DEMONIOS GANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang