Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari hari selanjutnya kembali seperti biasa, tidak ada tanda tanda Carolina membuat ulah namun baik Daniel maupun Valerine tidak boleh lengah--bisa saja itu hanya pengecoh. Setelah terror kemarin Daniel langsung menghubungi Henry dan Victor, Papa dari Valerine kebetulan sedang ada client di Norwegia ditemani Gisella. Wanita itu sangat khawatir dengan keadaan putri nya namun Victor berhasil menenangkan nya, dia percaya jika Daniel bisa menjaga putri mereka.
Setelah diskusi malam bersama Inti Demonios Daniel memutuskan untuk memperketat penjagaan terutama di Mansion Aldricson, Mansion Rossel dan sekitarnya--termasuk Kawasan Elite dan Kawasan Lokal. Untuk saat ini Henry bertugas menjaga Kawasan Elite sementara Daniel bertanggung jawab atas Kawasan Lokal. Musuh mereka kali ini tidak bisa di anggap remeh, Carolina bersekutu dengan Mafia terkenal di Dunia. Mereka semua harus waspada dan lebih menjaga diri, takut sewaktu-waktu Carolina bergerak tanpa terdeteksi.
Sama seperti sekarang, sepasang Suami Istri itu tengah duduk di Ruangan khusus milik Daniel. Mereka duduk saling berhadapan seperti rekan bisnis yang sedang rapat, jemari lentik Valerine mengetuk meja marmer dengan irama pelan. Sedangkan Daniel sibuk memandangi flashdisk kecil ditangan nya. Masih ingatkah dengan flashdisk itu? Benda itu ditemukan oleh Valerine di saku Jaket Mars milik Aldo saat dirinya membobol Rumah pria itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Menurut kamu apa isi flashdisk ini, ve?" Gumam Daniel dengan nada serius. Satu hal yang kalian harus tau, Daniel memanggil Valerine dengan sebutan 'Ve' dalam situasi serius dan penting.
"You won't know if you don't play it, Hugo. Jadi kenapa ngga buka aja?"
Memang benar. Mereka tidak akan tau apa isi flashdisk tersebut jika tidak membuka nya. Maka dari itu Daniel bertekat untuk membongkar isi flashdisk tersebut setelah sekian lama dia ragu, pria itu mengambil Laptop nya dan hendak memasukkan flashdisk itu.
"Kenapa berhenti?" Tanya Valerine saat melihat Daniel tidak jadi memasukkan flashdisk tersebut.
"Aku ngga mau ambil resiko kena virus. Kita buka di Markas Oscuro"
Daniel menutup Laptop nya kemudian menarik lembut tangan Valerine, mereka akan pergi ke Markas Oscuro dengan membawa flashdisk tersebut. Perjalanan mereka tampak hening, kedua manusia itu sibuk dengan pikiran nya masing masing--tidak seperti biasanya. Keadaan sekarang ibarat Siaga Satu, segala sesuatu bisa saja terjadi kapan pun dan dimana pun jadi mereka harus tetap waspada. Carolina bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja, masalahnya adalah mereka belum memiliki cukup persiapan.