Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Matahari telah terbit, orang-orang mulai sibuk dengan kegiatan nya masing-masing. Daniel menepati janji nya akan kembali sebelum subuh, semalam mereka kembali pukul 3 pagi karna harus berjuang mengembalikan saham yang dicuri oleh Miranda—untungnya Oscuro berhasil mendapatkan kembali saham tersebut meki harus begadang semalaman. Setelah berhasil memulihkan saham dan mengamankan data data Perusahaan, Daniel memerintah Oscuro untuk memblokir semua akses masuk Valient Universe dan menghentikan kegiatan transfer uang dari pihak manapun—dia tidak ingin mengambil resiko jika Miranda kembali mengacaukan segalanya.
Seperti biasa pagi ini di awali dengan sarapan pagi bersama, Mansion Aldricson bertambah satu anggota baru lagi yaitu Axton. Daniel yang membawa Axton semalam dan memperkenalkan pada teman temannya, awalnya Axton canggung karna baru baru pertama kali ini bertemu orang asing selain anggota kelompok dan Bos nya. Bi Ratih menyiapkan sarapan dengan hidangan khas nusantara atas permintaan Daniel, di bantu beberapa Maid semua masakan telah tersaji diatas meja makan. Yohan adalah orang pertama yang turun, dia menyapa Bi Ratih dan juga Maid lainnya.
"Pagi, Bi" Sapa Yohan dengan sopan.
Bi Ratih tersenyum. "Pagi, Tuan. Sarapan sudah siap" Ujar wanita 40 tahun tersebut.
"Makasih, Bi. Nanti saya panggil yang lain"
Saat akan pergi Yohan berpapasan dengan Axton, dia merasa jika pria itu sangat misterius. Bayangkan saja setiap saat Axton selalu memakai hoodie hitam yang menutupi sebagian wajahnya, bahkan berbicara pun hanya pada Daniel saja—benar benar aneh dan mencurigakan.
"Morning" Sarapan Yohan basa basi.
Axton hanya mengangguk dan berlalu pergi, Yohan melongo tak percaya—sombong sekali pria itu. Karna tak mau ambil pusing dia menaiki tangga dan memanggil teman temannya, lalu tidak lama satu persatu dari mereka turun dan duduk di meja makan. Semuanya telah berkumpul kecuali Daniel, Valerine dan Axton. Daniel sedang berada di kamarnya menemani Valerine yang belum juga siuman, untuk Axton tidak tau pria itu pergi kemana.
"Ini boleh makan sekarang ngga sih? Gue laper banget" Keluh Yoshua yang sudah lapar sambil meraba perut nya.
Plak!
"Sabar, njir! Tunggu Daniel dulu, ngga tau diri banget lo. Udah numpang malah seenaknya" Cibir Julian memukul lengan Yoshua, pria itu memanyunkan bibirnya—dia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Julian.
"Kayak nya Daniel dikamar. Bentar lagi juga keluar" Sela Yohan.
Dan benar saja Daniel muncul dengan wajah lelah, kantung mata nya terlihat jelas karna pria itu tidak tidur semalaman. Setelah pulang dini hari dia terjaga sampai pagi karna menemani Valerine yang belum sadarkan diri, Daniel tidak akan berhenti cemas sebelum Istrinya membuka mata. Yohan menghampiri Leader nya dan mengajak nya duduk, untuk kali ini Yohan yang memimpin do'a dan semuanya makan dengan tenang.