Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Valerine dan Aldo masih berhadapan satu sama lain, mereka saling memancarkan aura dendam yang membara. Aldo yang tanpa aba aba berlari dan hendak menerjang Valerine, beruntung wanita itu memiliki reflek yang baik jadi ia bisa menghindari pukulan pria gila itu. Keduanya terlibat pertarungan sengit, meski tidak adil karna lawan nya adalah wanita Aldo sama sekali tidak peduli—dipikiran nya hanyalah membuat Daniel hancur.
Syuuuuung~
Syuuuuung~
Bugh!
Bugh!
Pukulan demi pukulan mereka layangkan satu sama lain, Valerine sempat meninju wajah Aldo dan menendang perut pria itu. Namun karna perbedaan tenaga Aldo mudah bangkit dan membalas serangan Valerine, sialnya wanita itu tidak dalam keadaan baik saat itu—tubuhnya mendadak lemas tanpa sebab. Lalu Carolina? Wanita ular itu hanya diam menonton pertunjukan gratis didepan nya sambil memilin kecil rambut hitam panjang milik nya.
BUGH!
Pukulan itu berhasil mengenai sudut bibir Valerine, kepala nya tertoleh ke samping sembari mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Dia menatap sengit sementara Aldo hanya tertawa mengejek, jika saja tubuh nya kuat Valerine pasti akan membalas pukulan itu.
"Cuma segitu kemampuan istri dari Ketua geng besar? Dasar jalang ngga berguna"
BRAAK!!
"SIAPA YANG LO SEBUT JALANG, SIALAN!!"
Dobrakan pintu membuat mereka terperanjat, Aldo tersenyum lebar saat melihat orang itu datang. Sudah lama dia menantikan pertemuan mereka dan hari ini adalah saat nya, saat nya untuk menuntaskan segala dendam yang ada.
Prok!
Prok!
Prok!
Tepuk tangan meriah seolah menyambut kedatangan sang Raja yang sesungguhnya, Hugo Daniel Aldricson. Pria itu berdiri dengan gagahnya membawa senjata laras panjang serta aura yang begitu mematikan, Daniel berjalan pasti dan matanya menatap bengis sebagai pertanda akan adanya pertumpahan darah. Aldo terkekeh sinis sambil memainkan lidah didalam rongga mulutnya, dia seperti psikopat yang tengah menanti mangsa nya tiba.
Sementara itu Carolina diam diam tersenyum sinis melihat kehadiran pria yang dulu pernah dicintainya, sekarang perasaan cinta itu sudah lenyap tergantikan oleh rasa dendam. Tidak ada lagi tertarik dalam dirinya saat melihat Daniel, Carolina benar benar telah di butakan oleh dendam. Wanita itu menggenggam erat pisau di tangan nya sembari menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.
"Welcome to the hell, My Fucking Leader" Aldo membungkuk 90° seperti pengawal kerajaan yang memberi hormat pada sang Raja.
"Apa kabar? Aiiihh gue salah pertanyaan. Harusnya gue tanya—kok lo belum mati? Hahaha~"