LEGACY | 30

72 7 2
                                        

Masih pada malam yang sama, Daniel dan Valerine masih duduk di Ruang Tamu bersama para Orang Tua mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Masih pada malam yang sama, Daniel dan Valerine masih duduk di Ruang Tamu bersama para Orang Tua mereka. Daniel baru saja menceritakan semua hal yang menjadi akar dari permasalahan yang menimpa mereka beberapa waktu ini, termasuk keterlibatan Claretta yang ternyata adalah Carolina. Awalnya Jane sangat terkejut dan tidak percaya, bagaimana bisa Claretta sejahat itu pada Keluarga mereka? Henry juga merasa marah, karna bagaimana pun juga Claretta ingin balas dendam karna dirinya.

Daniel juga bercerita bahwa Carolina sampai melalui operasi plastik untuk mengunah wajah nya menjadi orang lain, agar tidak ada yang dapat mengenalinya. Pantas saja selama ini Henry mencari tau keberadaan anak dan istri Andres namun tidak kunjungan menemukan titik terang, rupanya wanita iblis itu mengubah identitas nya. Tapi tak ayal Henry merasa bangga pada Putra nya, Daniel mampu melakukan Tugas yang tidak bisa ia selesaikan dengan mudah. Sebenarnya Henry tau Daniel menggunakan jasa Oscuro, tapi ia tidak tau apa yang Daniel lakukan di belakang nya.

Dan kini Daniel berdiri di teras balkon Kamar gadisnya, sembari menatap langit malam yang memancarkan sinar bulan meski tanpa bintang. Ia disuruh menunggu oleh Valerine, entah apa yang gadis itu lakukan. Lalu tak lama Valerine datang dengan membawa sesuatu di tangan nya.

"Hugo" Panggil Valerine, Daniel pun menoleh.

Pria itu memiringkan kepala nya. "What is that, babe?" Tanya nya.

Valerine berjalan ragu ke arah pria itu, entah bagaiamana reaksi Daniel saat melihat benda di tangan nya.

"Hugo, aku mau kasih liat kamu sesuatu. Tapi kamu janji ngga boleh marah"

Daniel semakin bingung dengan ucapan sang gadis. "Sesuatu apa? Jangan buat aku penasaran Ve" Valerine menggeleng.

"Kamu harus janji dulu. Kamu ngga boleh marah"

"Ayo janji!" Desak nya agar Daniel mau berjanji.

"Oke oke. Aku janji ngga akan marah. Now what is that?"

Gadis dengan poni itu mengatur napas sejenak, kemudian menunjukkan sesuatu itu pada Daniel. Sebuah Jaket dan Topeng Joker. Mata Daniel sontak mendelik tajam, ia menatap nyalang gadisnya. Sementara Valerine mati matian menahan takut, aura Daniel sangat menyeramkan saat ini.

"Ve. Kamu dapet dari mana benda itu?" Nada dingin Daniel terdengar jelas di telinga Valerine.

"....."

"Jawab, Ve! Dari mana kamu dapet benda itu!"

Valerine memberanikan diri menatap Tunangan nya. "Kamu udah janji ngga akan marah. Sekarang tepatin janji kamu" Seru nya saat Daniel menaikan nada bicara nya.

LEGACY || Sequel DEMONIOS GANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang