Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di lain tempat seorang pria dan wanita berada dalam sebuah kamar Hotel dengan keadaan kedua tangan terikat, pakaian mereka lusuh dan kotor akibat terduduk di lantai dengan beberapa luka di tangan dan wajah. Mulut keduanya tertutup sebuah kain hitam sehingga membuat teriakan mereka teredam, sang wanita berusaha sekuat tenaga melepaskan ikatan tangan nya namun sia sia. Sementara sang pria terdiam dengan pandangan tajam, wajahnya penuh luka terutama pelipis nya—ada bekas darah yang bahkan belum kering.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dug!
Dug!
"Emmhhpp~"
Wanita itu menyenggol kaki pria di sebelah nya, memberi isyarat agar pria itu melepaskan penutup mulutnya. Dengan susah payah dia berdiri dengan bersandar pada dinding, kemudian berdiri di depan wanita itu dengan posisi membelakangi nya. Perlahan pria tersebut menarik kain itu hingga terlepas, selanjutnya si wanita melakukan hal yang sama hingga kini kain yang menutupi mulut mereka terlepas sempurna.
"Hosh~ hosh~ orang gila! Harusnya gue bunuh duluan mereka" Gerutu wanita itu, dia ingin sekali menghajar orang-orang yang telah membawa nya kesini.
"Nama lo siapa?" Itu adalah kalimat pertama yang di ucapkan oleh pria di sebelah nya.
"Bila. Nama gue Bila. Kalo lo?"
"Diego"
Mereka berdua adalah Bila dan Diego. Diego sendiri merupakan Kakak dari David, entah bagaimana cerita nya dia bisa bersama dengan Bila. Terakhir yang Diego ingat adalah ia dan keluarganya di seret paksa oleh orang-orang berpakaian hitam dan bersenjata saat ada di rumah nya. Diego sempat melawan tapi tidak berhasil, setelahnya mereka di seret dan dibawa ke Hotel Pasific. Bahkan Kakeknya pingsan karna terdorong oleh orang-orang jahat itu, Diego dan Rana mencoba kabur namun tetap tidak bisa.
Orang-orang itu bahkan tidak segan memukul Rana yang notabene perempuan, Diego merasa tidak terima dan menghajar balik dan berakhir di keroyok sampai babak belur dan pingsan. Saat sadar Diego sudah ada di dalam kamar bersama seorang wanita, keadaan mereka pun tak jauh beda.
"Huuffftt~ baru juga bebas dari neraka, udah masuk lagi aja" Gumam Bila sambil menghela napas panjang.
Diego mengerutkan kening nya. "Maksud lo?" Tanya nya merasa aneh dengan ucapan Bila.