Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Penyiksaan belum selesai. Septian, Anto dan Dimas belum mati. Pria bernama Septian itu kini sekarat, tubuh nya bersimbah darah dan tergeletak di lantai kotor penuh debu. Daniel dan David terus mendesak bahkan tak segan berlaku kasar namun mereka tetap enggan berbicara. Harus dengan cara apalagi mereka memaksa mereka bertiga untuk mengatakan siapa Bos mereka?
Septian sekarat di tangan Haidar dan Jonathan, mereka berdua menghajar pria itu dengan tangan kosong. Sementara kedua teman Septian semakin ketakutan, mereka takut akan bernasib sama dengan Septian. Dimas, pria itu menangis dalam diam kala mengingat takdirnya. Dia menyesal telah terpedaya dengan uang, nyatanya banyak yang tidak membuat dirinya hidup aman.
Orang asing itu memberikan mereka sejumlah uang dengan catatan mau menuruti perintah nya. Mereka di bayar untuk mengeroyok seseorang yang sama sekali tidak di kenal. Dimas juga benci dan marah, kenapa hanya mereka bertiga yang menderita? Kenapa tiga teman bangsat nya tidak ikut menderita dan malah bebas di luar sana.
"Mau sampe kapan kalian diem? Kita lumutan nih nunggu nya!" Keluh Cello. Jujur dia lelah karena hampir 2 jam mereka tidak mendapat informasi apapun.
Yoshua ikut protes. "Tau nih! Mending gue main ML aja tadi. Buang buang waktu gue lo" Teriak nya pada kedua preman itu.
"Uhuuk~ uhuukk~"
Septian lagi lagi batuk darah sambil meremat dadanya. Baju yang dipakai nya sudah berubah warna yang awalnya hijau menjadi merah kehitaman, mengapa bisa? Karna itu adalah darah. Pukulan Haidar dan Jonathan sangat kuat hingga membuat Septian sekarat dan hampir mati. Jangan remehkan kekuatan mereka sebagai PROTECTORDEMONIOS, Haidar bisa membunuh dengan tendangan dan Jonathan bisa membunuh dengan pukulan.
"Masih ngga mau ngaku? Setia banget lo sama Joker. Dibayar berapa lo sama dia? Gue bisa kasih uang 10 kali lipat kalo lo mau jujur" Daniel bukan tipe orang yang sabar, tapi kali ini dia ingin negosiasi dengan Septian.
Cello menyela. "Ngga usah kebanyakan mikir, sep. Otak lo ngga mampu buat mikir tawaran Leader gue. Cepet bilang!" Ikut emosi kan jadinya si Cello itu.
"Buang buang waktu"
DOR!
Secara tiba-tiba satu tembakan di lepaskan oleh Sang Sniper DEMONIOS, Arthur. Mereka sempat tersentak akibat bunyi tembakan tersebut, terutama Anto dan Dimas. Dengan wajah datar tanpa ekspresi Arthur menurunkan Soft Gun nya. Senjata dengan tipe CZ 75 Airsoft menjadi andalan Arthur untuk membunuh musuhnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.