Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di Rumah Sakit Harapan Sehat Daniel dan Yohan masih menunggu Kevin di luar Ruangan, semalam mereka, David, Cello, Arthur dan Yoshua menginap di Rumah Sakit. Tapi Cello, Arthur dan Yoshua sudah pulang lebih dulu atas perintah Daniel. Kedua pria itu menunggu yang lain sayang, kemarin itu David memberi tau Satria perihal keadaan Kevin dan Satria bilang jika para Inti ZEUS akan berkunjung ke Jakarta hari ini.
Tadi pagi Dokter Ranendra sudah memeriksa Kevin, Dokter itu bilang kondisi Kevin semakin membaik hanya saja belum bisa dipastikan kapan pria itu akan siuman. Semua sahabat Kevin menunggu dengan cemas, mereka sedih mengingat Kevin mengalami Amnesia.
"Pelaku nya gimana? Jadi di bebasin?" Celetuk Yohan tanpa menatap Daniel, mereka duduk di bangku tunggu dengan mata yang menatap langit langit Rumah Sakit.
Daniel diam sejenak. "Betrand udah urus semuanya. Kita tunggu sampai mereka masuk perangkap" Ujarnya dengan nada tenang namun mematikan.
Yohan mengangguk. Dia setuju dengan Daniel.
"Satria bentar lagi sampe. Tadi dia chat gue"
"Hm. Sampein salam gue aja sama mereka. Takutnya gue ngga bisa kesini" Daniel memejamkan matanya, sejak semalam dia tidak tidur. Sebagai yang tertua dia bertanggung jawab menjaga Adik Adik nya.
Sebenarnya Yohan merasa kasihan pada Daniel, pria itu rela tidak tidur demi menjaga mereka semua. Bahkan Daniel rela meninggalkan Tunangan nya hanya untuk Kevin, Yohan benar-benar semakin mengagumi sosok Leader nya. Baginya Daniel itu penyelamat dan pemimpin yang hebat.
"Bang!"
Suara Samuel terdengar memanggilnya mereka. Di lorong sana terlihat Samuel, Haidar, Jonathan dan Gauri datang bersamaan.
"Bara masih belum sadar ya?" Tanya Gauri begitu sampai disana
Yohan menggeleng. "Belum. Lo sabar aja, Ri. Kita semua juga mau nya Kevin cepet sadar" Yohan memberi pengertian pada Kekasih Kevin, mereka juga mengharapkan hal yang sama.
"Kalian pulang aja, bang. Makan terus istirahat, biar kita yang gantian jaga disini" Ujar Samuel
Haidar mengangguk setuju. "Iya, bang. Bang Dave juga udah molor dari tadi. Gue udah beli sarapan, tinggal di angetin aja kalo mau mah" Tumben sekali baik si Haidar itu.
"Yaudah gue sama Daniel balik dulu, nanti siang gue kesini lagi. Kalian baik baik ya"
"Siap!"
Sreett!
"Ayo, Niel" Yohan menarik pelan lengan Daniel. Pria itu jika tidak di paksa pasti akan tepar di sini.
Yohan dan Daniel berjalan berdampingan memasuki Lift, Yohan menekan nomor 1 untuk turun ke Lantai bawah. Sampai di basement Yohan meminta kunci mobil Daniel, dia tau Daniel sangat mengantuk jadi Yohan berinisiatif untuk menyetir.