Setelah tiga hari mata itu terpejam, akhirnya mulai terbuka juga. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya guna menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Begitu matanya terbuka sempurna, ia merasa bingung. Dimana dirinya berada? Sekujur tubuhnya sakit semua. Rasanya seperti ingin remuk. Lehernya begitu sakit. Ia begitu prihatin akan kondisi dirinya sendiri. Baju yang sobek-sobek sudah seperti orang gila, darah kering dimana-mana, dan tubuhnya sendiri sangat kotor.
Galang mencoba duduk. Ia melihat sekeliling. Ingatannya mulai menerawang. Ia ingat semua. Berawal dari dikejar serigala sampai ia terperosok dalam jurang. Galang menutup matanya ketika ia teringat jika dirinya telah diterkam serigala. Galang mulai meraba-raba tubuhnya. Guna memastikan apakah dia masih hidup atau sudah berada di alam lain?
"Argh!" Ringisnya ketika memukul lehernya.
"Alhamdulillah! Gue masih bisa ngerasain badan gue. Berarti gue masih hidup!"
Namun Galang sadar akan sesuatu. Disini bukanlah tempat terakhir kalinya ia berada. Walaupun malam itu dia sudah sekarat, ia tetap dapat mengingat tempatnya terjatuh. Lalu dimana ini?
"Dimana ini? Perasaan, gue bukan jatuh disini, deh! Waktu itu gak ada air terjunnya. Kok, sekarang ada?"
Bukan air terjun waktu Nayla hilang. Tapi air terjun lainnya di Wilayah bangsa serigala. Jadi sangat jauh dari kawasan Perkemahan. Posisi Galang juga berada diatas batu besar yang seolah berbentuk tempat tidur.
Disaat Galang masih sibuk pada pikirannya, sebuah suara menyapa telinganya.
"Lo udah sadar?"
Galang menoleh. Muncul empat remaja yang jika ia ingat-ingat, pernah ia temui.
"Lo semua?" Tanya Galang.
"Ketemu lagi kita disini." Ken menyapa. Cowok itu mulai duduk di sebelah Galang.
"Kok, kalian disini?"
"Kita yang nemuin lo di bawah jurang itu." Sahut Kirana.
Galang mengangguk. Semuanya terdengar masuk akal. Yang gak masuk akal adalah, kenapa ia masih hidup? Setelah jatuh dari ketinggian, tubuhnya menghantam bebatuan yang tajam makanya mengalirkan darah yang tidak sedikit, dan terakhir ia juga diterkam serigala. Secara logika, ia pasti akan mati. Mana ada, orang yang jadi santapan hewan buas tapi masih hidup? Galang ingat. Seberapa sekaratnya ia malam itu. Rasanya ia benar-benar mau mati. Tapi kenapa ia bisa selamat? Bahkan ia merasa sehat wal afiat sekarang. Walaupun badannya masih merasa sakit-sakit.
"Kok, lo semua bisa nemuin gue?"
Keempat remaja itu saling melirik dan kemudian saling tersenyum.
"Karna kita bukan manusia." Ucap Excel.
"Hah?"
"Lo juga bukan manusia sekarang." Ucap Freedom.
"Maksudnya?"
Flashback On...
"Kak Ilalang!"
Kirana memangku Galang. Ia menaruh kepala Galang dipahanya. Mencari titik kehidupannya Galang. Ia menghela napas lega ketika masih merasakan nafas Galang.
"Dia masih hidup." Pernyataan Kirana barusan membuat ketiga remaja laki-laki disana menghela napas lega.
"Tapi kok bisa?" Heran Ken.
"Aromanya." Sahut Excel membuat ketiga remaja lainnya mengendus. Benar! Sudah tak ada lagi aroma manusia ditubuhnya. Melainkan aroma...
"Serigala." Freedom berucap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
