Pagi ini, Galang berpapasan dengan Thea di Lorong Sekolah. Namun beberapa hari ini, gadis itu masih berupaya untuk menghindarinya.
Galang menghela napas. Apa yang harus ia lakukan agar Thea tidak menjauhinya lagi?
Di tengah merenungnya Galang, tiba-tiba Nayla datang dan merangkul Galang. Galang yang tiba-tiba di rangkul oleh Nayla terjengit kaget. Sambil mendengus kesal, Galang melepaskan rangkulannya itu.
"Kenapa lo? Diliat-liat, cemberut aja?" Tanya Nayla yang sejak tadi memperhatikan ekspresi Galang.
"Gak kenapa-napa." Ucap Galang dan langsung berlalu menuju Kelasnya.
Melihat itu, Nayla cemberut, "Galang! Tungguin!"
"Tinggal ngikut aja, ribet amat lo!" Cibir Galang dan Nayla lekas mengikutinya.
Sementara Thea, ia semakin termenung melihat interaksi itu. Ia semakin berkecil hati mengenai soal Galang yang berusaha untuk mencintainya.
"Bahkan, lo gak ada usaha buat ngebujuk gue lagi." Thea membatin sedih.
***
Di Sekolah, Excel terlihat senyum-senyum sendiri. Ia memikirkan, betapa tak sabar dirinya mengenai jawaban Thea. Jika Thea telah resmi menjadi pacarnya, pasti hari-hari berikutnya akan terasa lebih berwarna.
Rupanya, apa yang dilakukan Excel sejak tadi itu diperhatikan oleh Ken. Dimana Freedom dan Kirana? Mereka berbeda Kelas dengan Ken dan Excel.
Ken yang penasaran akan gelagatnya Excel, lekas menyenggolnya. Excel pun terjengit kaget karna ulah Ken itu. Ia mendengus kesal.
"Kenapa sih, Ken? Ganggu aja gue lagi mengkhayal." Protes Excel.
"Elo yang kenapa? Ngapain lo senyum-senyum sendiri kayak orang gila?" Heran Ken mendelik.
Sesaat kemudian, Excel kembali tersenyum pada Ken. Ken pun semakin mengernyit bingung. Ada apa dengan anak ini?
"Ken!"
"Apa?"
"Lo tau, gak?"
"Gak tau, lah! Kan lo belum ngomong."
Excel mendengus kesal mendengarnya, "Dengerin dulu!"
Ken hanya memutarkan bola matanya malas.
"Sebentar lagi, gue akan mendapatkan hatinya Thea."
"Hah?" Ken terbelalak. Apa-apaan yang didengarnya ini? "Maksud lo?"
"Sebentar lagi, Thea akan menjadi milik gue."
Mendengar ujaran pede dari Excel, Ken hanya terkekeh meledek. Baginya, itu hanya sebuah candaan yang tak mungkin terjadi.
"Silahkan! Kalo lo mau menghalu. Menghalu lah yang setinggi-tingginya. Gue gak akan ngelarang, kok!"
Excel melirik Ken sengit. Jadi Ken meremehkannya? "Lo gak percaya? Kalo sebentar lagi Thea akan menjadi milik gue?"
"Ya, gak percaya, lah! Secara, lo harus menghadapi Galang dulu kalo lo mau sama Thea. Sedangkan gue, gak ada halangan apapun untuk mendapatkan Princess Liora gue. Jadi, fix! Gue bisa memiliki dia." Ucap Ken yang memamerkan hasil PDKT nya bersama Liora pada Excel.
Excel mendengus, "Liat, aja! Kalo sampe itu akan terjadi, lo pasti akan nyengir kuda."
"Oke! Kita liat aja, nanti!" Tantang Ken yakin. Karna Ken percaya. Yang dicintai Thea adalah Ilalang alias Galang.
***
Pada jam istirahat ini, Galang berjalan sendirian di sepanjang Lorong. Arah tujuannya adalah menuju Kantin. Itu karna ia merasa lapar dan akan mengisi perutnya disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
Fiksi PenggemarGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
