Nayla menatap binar pada Tristan yang kini sudah membuka matanya. Semua anak-anak Agra menatap tak percaya pada apa yang mereka lihat. Begitu pun dengan Agra yang menatap takjub. Secara, Tristan kembali membuka matanya setelah mereka kira Tristan telah mati.
Perlahan, Tristan berusaha merubah posisinya menjadi duduk. Ia masih dalam keadaan didalam peti. Nayla pun dengan sigap membantunya.
"Tristan? Bagaimana mungkin? Lo hidup lagi?" Tanya Digo sumringah.
Nayla tersenyum, "Mungkin cinta gue yang berhasil membangunkannya lagi."
"Jika itu benar, ayah tak pernah menduga sebesar itu kekuatan cinta. Kalau tau begitu, dari awal ayah membawa Nayla kesini." Ucap Agra takjub akan kekuatan cinta.
Tristan tersenyum menatap Nayla, "Benar! Cinta lo yang membuat gue bertahan untuk kembali dari segelan Venossa."
"Jadi, jiwa lo tersegel di Istana Venossa?" Tanya Thea yang juga ada disana.
Tristan mengangguk, "Benar! Jiwa gue tersegel disana. Saat itu, gue udah merasa putus asa. Gue gak berdaya. Kalo gue gak bisa keluar juga, perlahan tubuh gue akan menjadi abu. Dan jiwa gue akan ikut melebur bersama raga gue. Tapi karna gue inget Nayla, gue harus bertahan. Cinta Nayla sama gue yang selalu meyakinkan gue untuk bertahan. Hingga akhirnya, Galang datang dan menyelamatkan gue."
Semua terkesiap terutama Thea. Galang?
"Apa maksud lo? Dia kan serigala? Ngapain dia ada di Istana Venossa? Itu sama saja dia menyerahkan nyawanya sendiri." Tanya Liora bingung.
Thea, gadis itu terdiam. Jadi, pamitnya Galang itu karna untuk menuju ke Kerajaan Venossa? Mungkin Tristan berhasil selamat sekarang. Tapi Galang bagaimana? Seketika hati Thea tak tenang memikirkan Galang.
"Terus Galang gimana?" Tanya Tania yang mewakilkan pertanyaan Thea. Tania tau jika Thea syok.
"Sebelum gue kembali ke raga gue, gue sempet ngeliat dia masih baik-baik aja. Tapi kalo sekarang, gue gak tau. Gue takut, jika dia berhasil tertangkap oleh Venossa dan anak buahnya."
Semua terdiam. Mereka terkejut, Galang yang serigala sampai nekad menuju Istana vampir untuk menyelamatkan Tristan. Sementara mereka sendiri, hanya sibuk disini menangis-nangis. Tanpa adanya usaha sedikitpun. Mereka sedikit malu akan itu.
Namun itu rupanya tidak berlaku bagi Agra dan Digo. Bagi mereka, tidak terjadi hal buruk pada salah satu anggota keluarga, adalah hal yang utama. Soal Galang yang menyelamatkan Tristan, mungkin mereka akan berterima kasih. Tapi sepertinya, Digo gengsi akan hal itu.
"Bagaimana untuk merayakan kembalinya Tristan, kita membuat pesta dan mengundang beberapa bangsa vampir?" Usul Agra membuat semua menatap sang ayah tak percaya, kecuali Digo.
"Setuju! Digo setuju, ayah."
"Ayah! Galang disana bertaruh nyawa, dan belum juga kembali. Masih sempet-sempetnya ayah memikirkan soal pesta?" Tanya Thea dengan mata berkaca-kaca. Ia merasa miris. Berkali-kali Galang membantu keluarga ini, tapi sedikitpun ia tak mendapatkan sanjungan atas perbuatannya? Malah seolah, perbuatan Galang gak ada nilainya sama sekali dimata mereka.
"Ayah tak pernah menyuruh dia untuk menyelamatkan Tristan." Ucap Agra tanpa merasa bersalah.
"Ayah! Kalau bukan karna Galang, Tristan gak akan pernah selamat." Ucap Tristan tak terima. Ia kasihan juga pada Galang yang kebaikannya sulit diterima oleh ayahnya dan Digo.
"Ayah, tau! Ayah akan berterima kasih padanya jika anak itu kembali. Jika tidak, ayah tidak bertanggung jawab. Dan soal pesta ini, akan tetap berlangsung ada atau tanpa adanya anak itu." Ucap Agra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
