Tibanya Peperangan

918 51 19
                                        

Setelah beberapa hari pencarian Nayla, ia tak berhasil ditemukan juga. Hal itu membuat bangsa vampir ketar-ketir. Karna tanpanya aroma darah suci, mereka tidak akan memiliki kekuatan yang lebih. Tentunya yang khawatir hanya rakyat vampir biasa. Jika para petinggi, mereka belum mengetahui adanya darah suci yang sudah terlahir sejak 17 tahun yang lalu. Itu karna keluarga Agra benar-benar pintar menyembunyikan Nayla dari para petinggi.

Berbeda dengan bangsa serigala yang lebih tenang. Pertama, mereka memiliki Thea, David, dan Angel yang punya kekuatan dua gen. Kedua, mereka benar-benar menyimpan kekuatan untuk peperangan. Sehingga mereka jadi lebih kuat.

Sekarang kedua bangsa tersebut sudah memenuhi Wilayah perbatasan. Kedua kubu itu saling berhadapan di Wilayahnya masing-masing, sampai waktunya tiba.

Galang yang berbaris di deretan paling depan awalnya memasang raut wajah tegas. Namun itu seketika sirna ketika ia melihat Tobi di Wilayah vampir.

"Mpppttt." Galang menutup mulutnya dengan tangan guna menahan tawa. Pasalnya, ia melihat Tobi yang datang ke medan perang dengan membawa payung berkarakter Doraemon. Ini konsepnya gimana?

"Si Tobi mau perang, atau mau ngelawak, sih?" Gumam Galang menahan tawa.

Ken yang berada disebelahnya pun memperhatikan Galang, "Lo kenapa, Lang?" Tanyanya berbisik.

"Coba lo liat Tobi." Pinta Galang berbisik juga.

"Tobi?" Ken pun mencari sosok Tobi di Wilayah vampir. Alhasil, ia pun mengakak juga namun lekas menutup mulutnya, "Si jin tomang mau perang, atau mau jadi tokoh komedian?"

"Galang, Ken! Kalian harus serius disaat keadaan seperti ini." Tegur Hara yang mendengarkan percakapan mereka.

"Maaf, ayah." Ucap Galang dan Ken malu.

Wuuuusssshhh...

"Maaf gue terlambat." Ucap Tino yang baru saja datang dengan melesat.

"Darimana aja, lo?" Tanya Galang. Pasalnya ia tidak melihat Tino beberapa hari ini.

Tino menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Keluar Kota."

"Bentar amat!" Celetuk Ken.

"Ngapain lama-lama?" Delik Tino.

Di sisi lain, Tobi mengerucutkan bibirnya. Tenyata selain Galang, Tino juga bangsa serigala?

"Ah, tega bener lo berdua! Kalo tau lo berdua itu manusia serigala, kenapa gak sekalian aja lo gigit gue biar gue ngikut kalian? Kan kalo udah begini, jadinya kita musuhan." Gumam Tobi mengeluh kesal.

Sementara Thea, ia menatap nanar pada kekuarganya yang kini menjadi musuhnya. Ia tak pernah menyangka, keluarga yang selama ini menjadi teman suka dukanya kini harus ia lawan.

Tak lama kemudian, di Wilayah vampir datanglah seseorang yang merupakan pemimpin mereka. Siapa lagi kalau bukan Venossa?

"Hai, Hara! Lama tidak berjumpa." Ucap Venossa menyeringai.

Hara membuang muka. Sapaan yang tidak berguna.

Dirasa yakin kedua pemimpin mereka yakni Hara dan Venossa telah tiba, barulah terompet pembukaan perang berbunyi. Menandakan, perang siap dimulai.

"SERANG!"

Kedua bangsa yang saling bermusuhan itu kini berlarian ke depan. Saling menyerang satu sama lain. Melawan dengan brutal tak peduli siapa yang akan meregang nyawa nantinya.

Dimulai dari para petinggi yang amat lihai melawan sesama petinggi. Hara melawan Venossa, sedangkan Lestat melawan Volturi. Ini adalah waktu yang tepat bagi Lestat, untuk membalaskan dendam pada Volturi karna pernah menyekap dirinya.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang