Semua keluarga bangsa serigala sudah berkumpul di perbatasan. Hara, Jiro, Galang, Excel, David, Sissy, Angel, Tino, dan Vino. Namun, sedari tadi Galang terus celingukan mencari seseorang.
"Thea belum dateng, ya?" Ucap Galang dalam hati.
Tiba-tiba keluarga semua keluarga Agra datang. Yang membuat Galang terbelalak adalah, Thea kini berbaris di bagian bangsa vampir dengan jubah vampir yang dikenakannya. Itu artinya, Thea kini berbalik berpihak pada bangsa vampir. Seketika perasaan Galang tak karuan.
Thea sendiri terus menunduk. Rasanya ia tak berani menatap wajah Galang sekarang. Pasti kekasihnya itu akan kecewa padanya. Sepertinya ia terima resiko jika Galang memutuskan hubungan dengannya. Ia sudah tak punya pilihan lagi.
Melihat tatapan Galang yang nanar pada putrinya, Agra menyeringai, "Tidak sia-sia usahaku pura-pura sakit demi membujuk Thea dan menggunakan nama Venossa. Bagaimanapun juga, Thea sayang keluarga. Akhirnya, Thea menjadi berpihak pada bangsa vampir sekarang." Ucap Agra dalam hati.
Melihat posisi Thea yang berbaris di bangsa vampir, diam-diam Vino berdesis. Ia paling benci pada pengkhianat, "Dasar pengkhianat." Rutuk Vino dalam hati.
Tak lama dari kedatangan keluarga Agra, keluarga Merry yakni Edwin, Carissa, Renata, Erika, dan Lidya pun datang. Tobi pun juga datang. Melihat keberadaan Lidya alias Sisca, Tobi langsung menariknya kebelakang secara diam-diam. Sisca pun meliriknya.
"Tobi?"
"Syutt!" Tobi meletakkan jari telunjuknya pada bibir Sisca, "Nanti kita kabur diem-diem. Makanya lo sama gue aja." Bisiknya membuat Sisca tersenyum dan mengangguk.
Kini tatapan keduanya mengarah pada keluarga Agra. Mereka pun terbelalak melihat keberadaan Thea.
"Si Thea balik lagi jadi vampir?" Kaget Sisca.
"Waduh! Si paku payung apa kabar, ya?" Ucap Tobi yang mengkhawatirkan Galang.
Tak lama kemudian, pihak petinggi vampir yakni Venossa dan Volturi akhirnya datang juga. Diam-diam Venossa menyeringai kearah Galang. Ia tidak sabar untuk menghabisi anak itu. Sementara Hara dan Excel menyeringai kearah Volturi. Mereka tidak sabar untuk menghabisi Volturi hari ini. Selain Ken, Erick juga tak pernah di temukan dimanapun. Alhasil, bangsa serigala juga mencurigai ini adalah ulah Volturi.
Setelah sekian lama menunggu, perlahan langit mulai lebih terang. Matahari seolah mulai membentuk bayangan sedikit demi sedikit. Begitu bayangan matahari terlihat sempurna, barulah terompet pembukaan perang berbunyi. Menandakan, perang siap dimulai.
"SERANG!"
Kedua bangsa yang saling bermusuhan itu kini berlarian ke depan. Saling menyerang satu sama lain. Melawan dengan brutal tak peduli siapa yang akan meregang nyawa nantinya.
Namun berbeda dengan Tobi dan Sisca. Mereka memanfaatkan kericuhan ini untuk kabur. Mumpung orang-orang gak ada yang sadar.
Galang dan Thea. Dua insan yang saling mencintai itu kini berdiri berhadapan.
"Galang. Sebaiknya lo cari lawan yang lain. Gue gak mungkin ngelawan lo." Ucap Thea sendu.
"Kenapa? Kenapa lo tiba-tiba berubah? Ada salah apa gue sama lo, sehingga lo berbalik jadi berpihak pada bangsa vampir?" Tanya Galang dengan sendu juga.
"Lo gak salah. Tapi ini udah jadi keputusan gue." Ucap Thea yang sebenarnya ragu.
Galang menghela napas, "Kalo gitu, lo hadapi gue." Tantangnya.
Thea terbelalak. Ia pun menggeleng ribut, "Lo jangan gila, Galang! Gue gak mungkin ngelawan lo. Walaupun gue berpihak pada bangsa vampir, bukan berarti gue udah gak cinta sama lo lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
