Bertukar Budi

686 38 5
                                        

Digo kini dibaringkan di Ranjang tidur itu. Laki-laki itu masih terus meringis kesakitan. Sang ayah pun lekas memeriksa keadaan sang anak. Agra menghembuskan nafasnya lelah.

"Ada apa, ayah?" Tanya Liora khawatir.

"Ada dua cara untuk menyembuhkan Digo." Jelas Agra.

"Apa itu?" Tanya Tristan penasaran.

"Pertama, oleh darah suci–"

"Skip! Langsung yang kedua." Potong Tristan.

Agra menghela napas. Sepertinya Tristan benar-benar tidak mau mengorbankan Nayla.

"Kedua, oleh gigitan kedua dari bangsa serigala." Jelas Agra.

Tristan termenung sebentar. Setelahnya ia mengangguk ketika di rasa menemukan satu solusi. Galang! Hanya dia yang bisa menolong Digo.

"Oke! Kalo gitu, kita pake cara kedua." Putus Tristan.

"Tapi, Tristan! Tidak ada–"

"Sejarahnya bangsa vampir berhutang budi pada bangsa serigala." Potong Tristan dengan melanjutkan perkataan sang ayah, "Tristan paham, ayah! Tapi, kalo aku disuruh milih untuk mengorbankan Nayla atau meminta bantuan Galang, aku lebih memilih untuk meminta bantuan Galang. Asal ayah tau, Galang pasti tetap akan menolong kita, meskipun ayah pernah menyerang dia sampe dia sakit, hanya karna ayah gak mau Galang dekat dengan Thea."

Thea terbelalak, "Apa?" Gumamnya. Jadi, kemarin Galang sakit itu karna ulah ayahnya?

"Tristan permisi." Pamit Tristan karna ingin menemui Galang. Sekarang Tristan sudah berani keluar Rumah karna bulan purnama sudah tertutup awan.

"Tristan, tunggu!" Tanpa mempedulikan tatapan yang lain, Thea menyusul.

Begitu di luar Mansion, Tristan menghentikan langkah kakinya karna mendengar Thea memanggilnya. Gadis itu pun kini sudah ada dihadapannya.

"Kenapa, Thea?" Heran Tristan.

"Gue ikut. Kalo misalnya kata lo, ayah nyerang Galang karna gue, gue pengen minta maaf sama dia." Jelas Thea.

Tristan mengangguk setuju, "Ya udah. Yuk!" Ajaknya.

Setelah itu, mereka melesat untuk memasuki mobilnya. Ya, berjaga-jaga jika bulan purnama tidak tertutup awan lagi, dan bangsa serigala kembali mengamuk, setidaknya mobil akan melindungi mereka. Tentu saja kaca mobil itu tahan banting karna itu sudah dilengkapi oleh mantra pelindung.

***

Setelah menempu perjalanan sekitar 15 menit, mobil sedan itu berhenti di sebuah pekarangan Rumah. Ya, itu adalah kediaman keluarga Galang. Keduanya lekas turun dari mobil saat di rasa tiba di tujuan.

Ceklek...

Baru saja Tristan akan mengetuk pintu, ternyata pintu itu sudah dibuka dari dalam. Dewi lah oknum pembukaan pintu itu. Namun, terlihat wanita paruh baya itu berpakaian rapih dan tergesa-gesa. Wajahnya menunjukkan raut kekhawatiran.

"Ada apa, tante? Apa ada masalah?" Tanya Thea khawatir.

"Eh, ada miss blonde sama–?"

"Tristan." Ucap Tristan memperkenalkan dirinya.

Dewi mengangguk paham, "Oh iya, Tristan? Ngomong-ngomong, ada apa ya kalian kemari?" Tanya Dewi seolah menyembunyikan kekhawatirannya.

"Kita mau ketemu Galang, tante. Galangnya ada?" Tanya Tristan lagi guna menjawab pertanyaan Dewi.

"Itu dia masalahnya. Ini baru aja tante mau susulin Galang."

"Emangnya Galang kenapa, tante?" Seketika Thea menjadi khawatir.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang