Wuuuussshhh...
Keluarga Hara itu dikejutkan oleh kedatangan Galang, Hara, dan Lestat dan tiga orang yang tak mereka kenali. Mereka yang tadi sedang duduk di sembarang tempat, seketika bangkit dan sedikit membungkuk sebentar untuk menghormati yang lebih tua.
"Ayah Hara? Bunda Lestat?" Sambut semua anak-anaknya.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Lestat berbasa-basi.
"Ini bunda." Ucap Ray dan menyodorkan sesuatu pada sang bunda.
Lestat mengernyit bingung melihat kertas yang ada digenggaman putra kandungnya itu. Ia pun lekas mengambil dan membukanya. Rupanya itu adalah sebuah surat. Lestat pun membacanya.
"Apa itu bunda?" Tanya Galang penasaran setelah Lestat selesai membaca.
"Surat permintaan maaf dari Excel. Dia menyesali semua perbuatannya. Jadi dia memutuskan untuk pergi menjauh dari kami karna sudah terlanjur malu." Ucap Lestat sendu. Hilanglah lagi satu anaknya.
"Seandainya dia dateng dan mau minta maaf dengan tulus, pasti bakal gue maafin. Gak perlu sampe pergi kayak gini. Gimanapun juga, Excel adalah sodara gue. Gue tetep sayang sama dia, terlepas dari apa yang dia lakuin ke gue." Ucap Galang tulus.
Lestat pun mengangguk paham. Inilah salah satu alasan kenapa Hara memilih Ilalang sebagai putra mahkota. Berjiwa besar. Dan sifat itu masih melekat pada diri Galang sekarang.
"Siapa mereka, bunda?" Tanya Aurel penasaran, yang akhirnya menyadari kehadiran tiga orang asing.
Lestat menatap ketiganya tersenyum. Setelah itu, ia kembali menatap anak-anaknya.
"Perkenalkan. Dia adalah Jiro, paman kalian. Khususnya untuk Galang, Ken, Excel, Freedom, dan kirana. Karna Jiro adalah kakak dari bunda kalian, Helen. Sedangkan keduanya adalah murid dari Jiro. Erick dan Denis." Jelas Lestat memperkenalkan ketiganya.
"Ayah harap, kalian bisa akrab dan saling menjaga satu sama lain. Semakin banyak kalian saling menjaga, maka kalian akan semakin kuat dan terlindungi. Karna kita bersatu bersama-sama." Ucap Hara dan mendapatkan anggukkan dari anak-anaknya.
"Senang bertemu dengan kalian, paman, Erick, Denis." Sambut Freedom ramah.
Jiro terkekeh, "Jangan panggil paman juga. Serasa ketuaan. Panggil aja nama biasa. Jiro."
"Eh, yang bener paman?" Kaget Kirana tidak enak hati. Pasalnya, siapa yang merasa enak hati ketika kita disuruh untuk memanggil pamannya dengan sebutan nama saja?
"Tidak apa-apa. Panggil saja Jiro." Ucap Jiro tersenyum.
"Baiklah, Jiro." Ucap semuanya.
Tanpa mereka sadari, salah satu diantara Denis atau Erick, ia menyeringai.
"Sebentar lagi, rencana gue untuk menguasai bangsa serigala berhasil." Batinnya yang merencanakan sesuatu.
***
Agra terdiam di Ruangannya. Ia termenung sedih, mengingat salah satu dari anaknya kini tengah sekarat. Agra sangat menyayangi Thea. Bahkan ketika ia baru pertama kali bertemu dengan gadis itu, rasa sayang langsung hadir begitu saja dalam hatinya. Seketika, ingatannya berputar saat pertama kali ia mengadopsi Thea sebagai anaknya.
Flashback On...
Seorang gadis cantik berwajah bule blasteran dengan gaun berwarna biru muda dan rambut yang terkuncir satu dibagian belakangnya yang tinggi, berlari sendirian di Hutan dengan raut wajah yang ketakutan. Itu karna gadis itu tengah dikejar oleh seekor serigala.
Alasan ia dikejar adalah, gadis itu seorang vampir tapi malah nekad memasuki Wilayah bangsa serigala. Bahkan ketika gadis itu sudah keluar dari Wilayah serigala pun, serigala itu tetap mengejar. Tentu saja, hukum adalah hukum. Vampir yang memasuki Wilayah serigala, harus dihukum. Sama seperti dulu Ilalang Putra Hara yang dihukum oleh bangsa vampir ketika tidak sengaja memasuki Wilayah vampir ketika berburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
