Cinta Mati

1.1K 55 37
                                        

Disinilah keberadaan Galang dan Thea setelah berhasil kabur tadi malam. Saat ini, mereka telah tiba di Hutan Wilayah serigala. Makanya mereka yakin ini sudah berada di tempat aman. Alhasil, Galang dan Thea memutuskan untuk berhenti sejenak guna beristirahat. Dengan telaten, Thea membantu Galang untuk berbaring di tanah dan menjadikan batu bata didekatnya sebagai bantalan.

Dengan perasaan sedih, Thea mengusap rambut Galang yang lepek.

"Lo yang sabar, ya! Gue yakin, lo pasti sembuh." Ucap Thea.

"Gue ragu, Thea. Panah ini bukan hanya sekedar panah perak biasa. Ini ada racun yang Venossa berikan. Sekarang ini, rasanya sekujur tubuh gue udah panas semua. Kemungkinannya, reaksinya akan sama seperti yang terjadi pada Michelle dulu. Cuma karna gue adalah serigala, reaksinya akan jauh lebih lama." Jelas Galang.

"Dulu Michelle, hanya butuh waktu semalam untuk ia akhirnya berubah menjadi abu besoknya. Kemungkinannya, gue akan terbakar oleh racun Venossa besok hari. Karna jatuhnya udah dua hari." Lanjut Galang meringis. Sepertinya ia sudah pasrah pada hidupnya. Memangnya, siapa yang tidak akan Overthinking disaat hidupnya sudah diujuk tanduk begini?

Thea pun menangis mendengarnya, "Terus gue harus ngapain supaya bisa menyelamatkan lo?" Tanyanya.

Galang menggeleng lemah, "Gak perlu. Cukup lo tetap ada disisi gue sampai akhir hayat gue. Gue minta maaf kalo nasib lo harus sama kayak Liora yang ditinggal Ken."

Thea menggeleng ribut. Tangisannya makin menjadi, "Lo apa-apaan, sih?! Gue gak mau ya! Nasib gue kayak Liora yang ditinggal Ken. Sedikitpun gue gak pernah ngebayangin itu."

Galang terdiam. Ia hanya mampu menggenggam tangan Thea untuk menenangkan gadis itu.

"Kita gak pernah tau kedepannya, Lang. Mungkin! Lo masih ada harapan. Kalo kita gak berusaha, kita gak bakal dapet apa-apa. Gue bakal cari tau apa penawar racun itu?" Putus Thea. Ia lekas mengecek luka di perut Galang yang masih tertancap panah itu. Sementara Galang hanya meringis.

***

Venossa menggeram marah setelah mendengar laporan dari salah satu pengawalnya.

"Apa? Jadi Galang Putra Hara berhasil kabur bersama Thea Agra?" Tanyanya marah.

"Benar, raja." Ucap pengawal itu takut-takut.

"Aaarrrrrgggggghhhhhh!" Teriak Venossa marah. Gagal semua rencananya. Karna saat ini keberadaan Galang belum diketahui, Venossa pun tak membuang kesempatan, "Cepat ke Wilayah serigala! Bawa paksa beberapa bangsa serigala untuk menghadapku. Kita mulai perbudakan ini sekarang juga!" Putus Venossa.

Venossa tidak tau saja, jika semua bangsa serigala yang tersisa sudah melarikan diri ke tempat yang lebih aman. Yang tak bisa Venossa sendiri jangkau.

***

"Kalau soal luka yang dihasilkan dari perak itu, lo butuh daun nagasakti itu. Yang waktu itu ayah Hara mencoba mencarikannya untuk bunda Lestat." Ucap Thea menjelaskan.

"Itu terlalu berbahaya, Thea. Itu ada di tengah-tengah Tebing Jurang Gunung serigala emas. Sejak lo jadi serigala, lo gak mungkin bisa jadi kelelawar, kan?" Larang Galang.

Thea mengangguk. Sebagai pemilik dua darah, Thea tak bisa merubah wujud menjadi kelelawar ataupun serigala. Begitu pun juga dengan David dan Angel.

"Kalo soal racun Venossa itu, lo butuh kembang merah berkilau yang tumbuh di Gunung serigala kembar." Jelas Thea lagi.

"Gunung serigala kembar? Itu sebelahan sama Gunung serigala emas." Ucap Galang sesuai pengetahuannya.

Thea pun tersenyum sumringah, "Kalo gitu, berarti kedua ramuan itu ada di satu tujuan yang sama. Lo pasti sembuh, Lang!"

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang