"Ada apa ayah memanggil kami semua?" Tanya Tristan mewakili semua adik-adiknya.
Mata Agra tajam menatap lurus ke depan, "Apa kalian mendengar suara lolongan serigala tadi?"
Semua anak Agra itu mengangguk. Sesaat kemudian Agra berdesis.
"Ada apa dengan lolongan serigala itu, ayah?" Tanya Tristan penasaran.
"Lolongan serigala itu menandakan perang antara bangsa vampir dan serigala di sirklus gerhana matahari seratus tahun sekali akan terjadi sebentar lagi." Jelas Agra.
Semua terkesiap. Mereka melupakan fakta tentang perang itu. Thea yang paling ketar-ketir. Apakah ia harus melawan bangsanya bunda Lestat lagi? Di samping itu, yang membuat Thea lebih galau lagi adalah apakah ia harus melawan Galang? Reinkarnasi dari Ilalang yang sangat Thea cintai itu? Rasanya kali ini Thea tak sanggup.
"Kapan itu, ayah?" Tanya Tristan lagi.
"Kapannya itu belum diketahui. Yang jelas, jika terlihat gerhana matahari dilangit, maka itu waktunya." Ucap Agra dengan mata merah menyala. Begitupun semua anak-anaknya yang matanya ikut merah.
Diam-diam Yasha termenung. Ia bertemu dengan Aurel tadi. Apakah peperangan itu akan membuatnya menemui Aurel lagi? Tapi kenapa harus dalam keadaannya seperti ini? Padahal Yasha ingin, ia dipertemukan Aurel dengan keadaan yang tenang-tenang saja.
***
Setelah dari Ruangan sang ayah, Thea memutuskan untuk ke Teras lagi. Namun, rupanya ia terlambat karna sudah keduluan oleh Yasha. Alhasil, Thea tetap menghampiri Yasha.
"Yasha? Lo ngapain disini?" Tanya Thea sambil mengambil posisi disebelah Yasha.
Yasha termenung, "Gue mikirin Aurel."
Sesaat kemudian, Thea mengingat sesuatu, "Aurel? Galang tadi bilang ketemu sama Aurel. Kata Galang, Aurel di serang oleh sekelompok vampir." Jelas Thea.
Ya, tadi Galang sempat bercerita saat mereka masih berada di kediaman keluarga Galang itu. Saat itu, Dewi tengah menyiapkan Galang makan sedangkan Puguh sedang di Garasi mobil. Makanya Galang dan Thea bisa leluasa bercerita disana. Termasuk menceritakan soal Aurel.
Mendengar itu, Yasha menatap Thea khawatir. Bukan khawatir pada Thea. Melainkan pada Aurel, "Terus gimana?" Tanya Yasha.
"Untungnya Galang datang tepat waktu. Jadi, Galang menyelamatkan Aurel."
Seketika Yasha dapat menghela napas lega, "Syukur, deh!"
Tanpa keduanya sadari, Liora baru saja akan keluar juga. Namun itu urung ketika ia melihat Yasha bersama Thea.
"Apa lo masih mencintai Aurel?" Tanya Thea.
"Walaupun gue kecewa dia menghilang begitu saja, tapi gue gak bisa menafikkan perasaan gue sama dia. Gue masih cinta sama Aurel, Thea." Jelas Yasha yang membuat Thea mengangguk paham.
"Aurel memang adalah perempuan yang hebat." Celetuk Liora. Keduanya lekas melirik si empu. Liora ikut duduk di sisi samping Yasha yang lain.
"Saking hebatnya, sampe posisi dia dihati lo gak pernah tergantikan oleh siapapun." Lanjut Liora lagi dengan tatapan lurus kedepan. Sementara Yasha, ia hanya menunduk.
Kini Liora melirik Yasha, "Yasha! Lo adalah laki-laki yang baik, ganteng, banyak perempuan yang mengantri untuk lo. Tapi, dari sekian banyak perempuan yang mengantri untuk lo, Aurel tetaplah pemenangnya."
Yasha terkekeh sinis, "Seperti yang lo bilang, Aurel gak pernah tergantikan dihati gue!" Tegasnya.
Liora hanya mengangguk paham. Dan Yasha agak bingung dengan respons Liora yang satu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
