Rencana Pernikahan

1.1K 53 30
                                        

Vampir keluarga Merry terus memperhatikan Nayla dengan intens, sementara Nayla yang merasa diperhatikan oleh mereka hanya menggenggam tangan Tristan erat. Sama sekali Tristan tak melepaskan tangan Nayla.

"Jadwal Kuliah kalian udah pada selesai, kan? Kita langsung pulang aja. Keluarga Merry selalu memperhatikan kita. Terutama pada Nayla." Ucap Liora berbisik.

Semua mengangguk setuju. Mereka berdelapan yakni Tristan, Nayla, Yasha, Liora, Angel, Jordan, Inge, dan Shania lekas menuju Parkiran. Masing-masing dari mereka lekas menaiki mobil yang berjumlah dua itu. Setelah itu, mereka bergegas pulang.

"Kita harus ikuti mereka. Kita rebut paksa gadis darah suci itu sekarang." Ucap Edwin.

Jika yang lain mengangguk setuju, namun tidak dengan Sisca. Ia hanya menghela napas. Sejujurnya ia tidak mau mengorbankan Nayla. Bagaimanapun juga, ia berteman dengan Nayla.

"Kenapa Lidya? Kok, lo keliatan ragu?" Tanya Erika yang menyadari raut Sisca.

"Enggak! Gak papa, kok!" Ucap Sisca gugup.

Renata terkekeh sinis, "Tentu aja dia gak enak. Karna Nayla itu masih temen dia!" Sarkasnya.

"Lo harus buang jauh-jauh perasaan itu, Lidya! Sekarang lo udah jadi bagian dari keluarga Merry. Itu artinya, lo harus siap melakukan apapun demi keluarga ini." Nasehat Edwin.

Sisca berdecak kesal, "Iya! Iya! Gue tetep ikut."

Mau tak mau Sisca menurut. Setelah itu, kelimanya lekas melesat mengikuti kedua mobil itu.

***

Kedua mobil keluarga Agra pun tiba di Mansion. Bukan Mansion mereka yang lama. Melainkan Mansion yang baru. Setelahnya, mereka semua turun dari mobil satu persatu.

Tanpa aba-aba, keluarga Merry langsung datang menghadang. Sehingga semuanya kecuali Nayla, lekas memasang kuda-kuda.

"Keluarga Agra! Sekarang, serahkan gadis darah suci itu pada kami! Atau, kami akan memberitahu Venossa soal keberadaan kalian." Ancam Edwin.

Tristan menatap Nayla, "Lo masuk sekarang. Didalem lo aman karna ada ayah Agra dan juga ayah Vekgo."

Nayla menurut. Ya, Vekgo juga tinggal bersama keluarga Agra.

"Jangan harap kalian akan mendapatkannya!" Ucap Tristan dingin.

Mereka berempat berdesis marah. Alhasil, pertarungan tak dapat di elakkan. Mereka semua lekas memberikan perlawanannya pada keluarga Agra termasuk Sisca. Itu karna Sisca mau tak mau melakukan itu.

Selama 3 tahun ini, kemampuan Sisca juga sudah cukup mumpuni. Makanya ia begitu lihai dalam melawan Shania.

Hingga akhirnya keluarga Merry kalah telak karna mereka kalah jumlah.

"Dasar keluarga Agra! Tunggu pembalasan kami!" Desis Carissa.

Keluarga Merry pun melesat pergi. Diam-diam Sisca menghela napas lega. Begitupun juga dengan keluarga Agra.

"Kayaknya yang ngelawan gue tadi, gak bener-bener serius bertarung, deh?" Heran Shania.

"Itu karna dia adalah teman kami. Dia dulunya sekelas sama gue dan Angel di jaman SMA." Ucap Tristan memberitahu. Kini ia tau, kalau Sisca masih baik.

"Ya udah! Sekarang kita langsung masuk aja. Keburu ada bangsa vampir yang lain yang ngeliat kita." Ucap Liora.

Tristan mengangguk setuju. Dengan bertepuk tangan, pintunya terbuka sendiri. Mereka pun lekas melesat kedalam Mansion.

***

"Ayah tau, cara apa yang tepat untuk mengamankan Nayla." Ucap Agra pada anak-anaknya. Disana juga ada Vekgo.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang