Kilas Balik

1.1K 50 23
                                        

Flashback On...

Aurel, Kirana, Freedom, dan Ray Scene...

Keempatnya terkejut ketika di hadang oleh beberapa komplotan bertopeng. Keempatnya mengendus. Mereka terbelalak saat tau jika mereka semua adalah vampir. Seketika mereka berempat langsung siaga.

"Siapa lo semua?" Tanya Aurel waswas.

"Aurel Putri Lestat. Lama sekali kita tidak bertemu. Ternyata, putri Lestat ini semakin hari semakin cantik saja." Ucap pemimpin komplotan itu yang sebenarnya diketahui sebagai Volturi.

Volturi pun akan menyentuh wajah Aurel. Namun Aurel langsung menepisnya dengan kasar, "Jangan macem-macem, lo!" Ancam Aurel sambil menunjuk ke arah wajah Volturi dengan telunjuknya.

Volturi tertawa keras. Ia menyeringai kearah mereka berempat. Setelah itu, ia melirik pada anak buahnya, "Kalian semua! Tau kan, rencananya? Habisi nyawa mereka berempat untuk menghancurkan mental sang putra mahkota serigala." Perintah Volturi membuat mereka berempat terbelalak.

"Ayo kita kabur!" Ucap Freedom pada saudara-saudaranya. Ternyata tujuan utama dari komplotan ini adalah menghabisi Galang.

Melihat Freedom melesat duluan, ketiganya mau gak mau juga ikut melesat kabur. Itu karna mereka yakin jika mereka akan kalah gara-gara kalah jumlah.

Bukan Freedom tidak memiliki keperimanusiaan karna meninggalkan ketiga saudaranya. Tapi Freedom tau, jika incaran komplotan itu adalah kehancuran mental Galang. Yang artinya, kematian mereka berempat bisa saja memicu kehancuran bagi bangsa serigala. Jadi, apapun yang terjadi, mereka berempat harus tetap hidup.

Alasan Freedom kabur, agar ketiga saudaranya tak berpikir untuk melawan komplotan itu. Jika mereka tau mereka kalah jumlah, pasti ketiga saudaranya itu tak akan melawan. Dan rencana Freedom berhasil. Ketiga saudaranya mengikuti dirinya. Kini, keempatnya tengah kabur bersama-sama.

Namun apes bagi mereka berempat. Sayangnya mereka malah berlari menuju Jurang. Mau tidak mau, keempatnya terpojok disana.

"Gimana ini?" Panik Kirana.

Keadaan semakin genting ketika komplotan itu mulai datang. Volturi menyeringai melihat keempatnya sudah terpojok.

"Ayolah, menyerah saja kalian berempat." Ucap Volturi dengan nada yang terdengar menyeramkan di telinga mereka berempat.

Sebagai tertua diantara yang lainnya, Freedom pasang badan untuk mereka. Sementara Ray yang paling muda diantara keempatnya berada di paling belakang. Hingga akhirnya...

Srett...

"Arrrggghhh!"

"RAY!"

Ray terpeleset dan jatuh ke Jurang sana. Melihat itu, Volturi tertawa terbahak-bahak.

"Tanpa gue yang bertindak, rupanya kalian akan mati dengan sendirinya." Ucap Volturi sambil terus tertawa.

Freedom menatap sengit pada komplotan itu, "Kalaupun kita akan mati, kita akan mati dengan lebih terhormat daripada dibunuh sama lo!" Ucapnya. Ia pun lekas melirik pada kedua saudarinya, "Kalian berdua, bersiaplah!"

Aurel dan Kirana mengernyit bingung. Apa maksud ucapan Freedom?

Tiba-tiba, Freedom langsung menarik tangan mereka berdua dan mengajaknya melompat ke Jurang dengan sengaja. Melihat itu, Volturi pun terbelalak.

"Ah, sial! Kalau mereka melompat kesana dengan sengaja, kemungkinannya mereka semua bisa selamat kecuali Ray." Ucap Volturi kesal.

Wuuuusssshhhhh...

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang