Pertemuan Yasha dan Aurel

976 42 21
                                        

"Kalian duluan saja. Gue mau jalan sama Nayla." Ucap Tristan pada saudara-saudaranya saat mereka akan hendak pulang.

"Terus, Nayla nya mana?" Tanya Yasha penasaran.

"Dia ke Toilet sebentar. Tadi gue udah bilang sama dia, buat temuin gue di Parkiran. Makanya sekalian gue kasih tau kalian, kalo gue mau jalan."

Semua menganguk paham. Tapi masalahnya, mereka harus menunggu Liora dan Digo dulu. Jika Digo, mungkin dia sedang bersama Sissy. Sedangkan Liora?

"Hai, guys! Gue sama Sissy jalan dulu, ya!" Ucap Digo yang tiba-tiba datang sambil menggandeng Sissy.

Yasha mendengus, sedangkan John dan Jordan terkekeh. Mereka jadi penasaran gimana rasanya jatuh cinta?

"Ya udah! Hati-hati sana!" Pesan Thea yang juga terkekeh. Sedikitnya ia merasa lucu. Yang izin duluan, Tristan. Tapi yang berangkat duluan malah Digo.

Tristan pun hanya bisa geleng-geleng kepala atas kelakuan sang adik.

No jaim-jaim, terlihat keduanya lekas menyetop angkot ketika tiba di depan gerbang. Tak lama setelah angkot Digo dan Sissy menjauh, barulah Nayla datang. Senyuman pun terukir indah di bibir cantiknya.

"Udah?" Tanya Tristan.

"Udah."

Saat kedua tangan itu baru saja tertaut, genggaman itu lekas terlepas karna ada dering panggilan masuk dari HP Nayla. Nayla lekas mengecek HP nya itu.

"Bentar, ya!" Ucap Nayla meminta izin pada Tristan. Tristan pun mengangguk mengiyakannya.

"Halo tante Dewi?"

Dari hanya menyebut namanya saja, Tristan dan Thea langsung tau siapa yang menelponnya. Itu ibunya Galang. Sedangkan yang lain mengernyit bingung. Siapa yang menelpon Nayla?

"..."

"Tadi Galang gak Sekolah, tan! Kenapa emangnya?"

"..."

Seketika Nayla terbelalak, "Kok bisa, sih?"

"..."

Nayla menghela napas lesu, "Iya, tan."

Setelahnya telepon dimatikan. Tristan yang penasaran lekas bertanya, "Kenapa sama Galang, Nay?"

"Alesan Galang gak Sekolah tadi, itu karna Galang kabur dari Rumah. Dia lagi ada masalah sama orang tuanya." Jelas Nayla lesu. Ia mengkhawatirkan keberadaan Galang diluar sana.

"Jadi, tadi itu orang tuanya Galang?" Tanya Yasha penasaran.

Nayla mengangguk, "Dan sekarang, tante Dewi khawatir banget sama Galang. Dari kemarin pagi dia udah pergi." Ucap Nayla berkaca-kaca.

Diam-diam Thea tersenyum. Jika ibunya Galang itu khawatir pada Galang, artinya beliau menerima Galang apa adanya. Tak peduli, anaknya itu manusia atau serigala. Karna sejatinya seorang ibu memang begitu. Menyayangi anaknya tanpa memandang bulu.

"Kalo gitu, kita cari Galang sama-sama aja." Ajak Tristan guna menenangkan Nayla.

"Gak usah!" Larang Thea, "Biar gue aja yang nemuin dia. Gue tau Galang ada dimana."

Mendengar itu Nayla menjadi sumringah, "Beneran?"

Thea mengangguk. "Tadi pagi, gue ketemu sama Galang. Mungkin dia masih ada disana. Kalian, lanjutin aja acara kencan kalian." Suruh Thea.

Nayla pun tersenyum haru menatap Thea, "Makasih ya, Thea!"

Tristan termenung, akhir-akhir ini, Thea selalu berhubungan dengan Galang. Apakah pada akhirnya Thea menyukai Galang? Itu yang tengah dipikirkan oleh Tristan. Mungkin, ia akan bertanya pada Thea nanti. Untuk sekarang, Tristan bersyukur karna Thea menyelamatkan acara kencan dirinya dan Nayla.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang