Kabar Buruk Tentang Billy

893 51 23
                                        

Malam ini, Nayla sejak tadi berdiri di Ruang Tamu sambil mondar-mandir. Perasaan khawatir menyelimuti dirinya karna sampai saat ini, sang ayah belum pulang. Tak henti-hentinya ia sejak tadi terus menghela napas.

"Ayah mana, sih? Kok belum pulang?"

Nayla pun hanya sendirian di Rumah. Itu karna Sissy sedang ada kepentingan di Hutan serigala. Sejak menjadi serigala, Sissy memang sering sekali kesana. Apalagi, Nayla sebenarnya agak kecewa mengingat Sissy yang ternyata memiliki hubungan darah dengan Galang daripada dirinya. Sedikitnya ia tak rela karna merasa ia duluan yang mengenal Galang dan mendapatkan perhatiannya. Tapi ya sudahlah! Toh, cerita mereka memang harus seperti itu.

Lamunan Nayla seketika buyar ketika sebuah dering panggilan masuk di HPnya berbunyi. Dengan sumringah ia berharap itu adalah ayahnya. Dan ternyata, itu benar! Telepon itu memang dari ayahnya.

Klik...

"Hallo ayah?"

"Halo, kami dari pihak kepolisian ingin menyampaikan. Apakah benar anda adalah kerabat dari bapak Billy?" Tanya seseorang di sebrang sana yang ternyata bukan suara ayahnya.

"Iya, saya anaknya. Ada apa, ya?" Tanya Nayla sedikit waswas. Kenapa tiba-tiba kepolisian menelepon dirinya menggunakan nomor ayahnya?

"Jasad bapak Billy telah ditemukan tak bernyawa di sekitar Wilayah menuju ke Hutan Barat, dengan luka gigitan hewan buas yang terdapat di lehernya."

Deg

Nayla menggeleng tak percaya. Airmata seketika merembes dari matanya. Nayla pikir, ayahnya itu akan kembali berburu di Hutan Utara? Tapi kenapa Hutan Barat yang menjadi pilihan beliau? Jelas-jelas disana adalah Wilayah vampir.

"Pak polisi pasti bohong, kan?" Tanya Nayla lirih.

"Saya akan segera mengirim foto jasad tersebut. Terima kasih." Ucap sang polisi dan lekas menutup teleponnya.

Ting...

Seketika Nayla mendapatkan pesan gambar beserta alamatnya. Ia pun menutup mulutnya tak percaya setelah melihat foto itu. Rupanya itu memang benar ayahnya yang sudah terbaring kaku di sebuah Rumah Sakit.

"AYAH!" Jerit Nayla frustasi. Cobaan apa lagi ini? Baru saja ia diliputi rasa kebahagian ternyata ia masih memiliki seorang ayah kandung. Kenapa itu kembali direnggut juga? Dulu Michelle, sekarang ayahnya? Apakah ia seolah tak dibiarkan untuk bahagia?

Nayla frustasi. Ia meraung sebisa mungkin untuk meluapkan segala perasaannya. Bahkan ia melempari bantal-bantal sofa dan membiarkannya berjatuhan di lantai. Tak lupa Nayla juga memukul-mukuli vas keramik sehingga keramik-keramik itu pecah dan berserakan di lantai. Segala pajangan yang terbuat dari beling, ia hancurkan juga dan dibiarkan berantakan di lantai. Nayla menangis. Ia menjambaki rambutnya frustasi akan kabar yang didengarnya ini. Setelah dirasa ia begitu tenang, Nayla lekas mengambil HP-nya untuk menghubungi seseorang.

***

Setelah bujukan Thea sejak tadi, akhirnya disinilah mereka berdua. Berada di Hutan serigala. Ya, sejak tadi Thea terus membujuk Galang agar mengunjungi Hutan serigala. Thea yakin, bangsa serigala pasti akan selalu menanti Putra Hara yang satu ini. Putra mahkota mereka.

Saat ini, Galang dan Thea sudah berhadapan dengan Hara, Jiro, Ken, David, Tino, Sissy, Angel, Erick, dan Vino. Bangsa serigala pun sudah berada di belakang para petinggi itu.

Sebagai saudara yang mempercayai Galang waktu itu, David dan Ken melangkah maju kedepan. Mereka bahagia jika saudara mereka telah kembali. David dan Ken menarik Galang masuk kedalam pelukannya. Galang menerimanya. Ia juga merindukan kedua saudaranya ini. Alasan ia mengetahui jika Ken juga memihaknya, karna mendengar cerita dari Thea.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang