Malam itu, Sissy sedang menghidangkan masakannya yang ia buat dengan resep baru yang ia lihat di Reels Instagramnya. Nayla pun menatap takjub.
"Wih! Masak apa lo?" Tanya Nayla kagum.
"Gak tau namanya apa? Kayak potongan ayam kecil-kecil, terus dibuat krispi kayak kentucky gitu. Abis itu diguyur saus-sausan. Kayak saus kecap, pedes, asin, tomat, tiram gitu." Jelas Sissy sesuai cara pembuatannya tadi.
"Kayaknya enak, tuh! Pengen nyobain." Ucap Nayla tak sabar.
"Cobain aja!" Suruh Sissy. Ia pun sudah duduk dan bersiap untuk makan.
Keduanya menyendok nasi. Dan ketika mereka akan makan, sebuah bel tamu berbunyi.
"Siapa yang dateng?" Tanya Sissy.
"Gue aja yang bukain."
"Eits!" Tahan Sissy pada Nayla yang baru saja berdiri, "Bawang putih! Mana bawang putih? Kalo itu vampir gimana?"
Nayla menyengir, "Oh iya, lupa!"
Alhasil, Nayla menuju Dapur terlebih dahulu. Sedangkan Sissy melanjutkan makannya. Ia sudah terlanjur lapar.
Setelah dari Dapur, Nayla pun bergegas menuju Ruang Tamu guna membukakan pintu pada orang yang datang itu.
Ceklek...
Nayla mengernyit bingung. Pasalnya, ia melihat seorang lelaki paruh baya yang tak dikenalinya. Diam-diam Nayla sedikit mendekatkan bawang putih yang ada ditangannya pada orang itu. Tujuannya untuk memastikan apakah orang itu adalah vampir atau bukan? Tak ada reaksi apapun, Nayla pun yakin jika orang itu bukan vampir.
"Om siapa, ya?"
Lelaki paruh baya itu pun tersenyum, "Ini ayah, nak! Ayah kandung kamu. Nama saya adalah Billy."
Nayla pun terbelalak.
***
Kini Nayla dan Sissy duduk berhadapan dengan lelaki yang bernama Billy itu.
"Jadi, om bisa jelasin? Kenapa om bisa bilang kalo om adalah ayah kandung dari sahabat saya Nayla?" Tanya Sissy yang mulai menginterogasikan lelaki paruh baya ini.
Billy menghela napas sebelum bercerita, "Saya adalah ayah kandungnya Nayla. Nayla! Ayah yang dulu waktu kecil menemani kamu, itu adalah tiri kamu. Saya bercerai dengan ibu kamu ketika kamu masih bayi. Saya sedih. Karna setelah perceraian itu, saya dilarang keras untuk bertemu kamu. Sehingga kamu tidak pernah mengenali saya sebagai ayah kandungmu. Karna itu, ayah menjadikan Italia sebagai pelarian dan menetap disana." Billy berhenti cerita sejenak.
"Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan Rona. Saya langsung mengenali Rona, begitupun dengan Rona. Rona cerita, mengenai apa yang sudah terjadi pada Puguh dan Dewi. Saya pun sudah bertemu dengan Galang. Anak itu tumbuh menjadi pemuda yang baik dan tampan. Hanya saja, terlihat binar matanya yang redup karna kesedihan yang tengah dia rasakan. Saya pun baru mengetahui, jika ibu kamu dan ayah tiri kamu sudah meninggal disaat kamu masih kecil dari Galang. Jadi, saya memutuskan untuk menemui kamu. Alasan saya langsung bisa menemui kamu disini karna Galang bilang, kamu tinggal di Rumah lama kami." Lanjut Billy menjelaskan.
"Apakah ada bukti lain, jika anda memang adalah ayah saya? Selain hanya dari cerita-cerita anda?" Tanya Nayla memastikan lagi. Bagaimanapun juga, ia tidak akan langsung percaya hanya dari sekedar cerita.
Billy tersenyum, "Saya sudah menduga hal itu. Tunggu sebentar, ya!"
Terlihat Billy yang mencoba mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sementara Nayla dan Sissy hanya terdiam memperhatikan. Setelah itu, Billy menyodorkan sebuah buku album kenangan yang sudah terlihat usang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
