Peperangan Mendadak

1.3K 64 41
                                        

Tristan menatap nanar pada pemandangan didepan Gerbang Mansionnya. Banyak vampir-vampir tidak bersalah yang telah menjadi abu. Dan itu semua adalah ulah Digo? Adiknya sendiri? Tapi, apa yang membuat adiknya itu tega melakukan ini? Menghancurkan hari bahagianya? Dan yang lebih parahnya, rupa Digo saat ini sangat buruk rupa. Mungkin tubuhnya memang berbentuk manusia, tapi kepalanya adalah kepala serigala.

Bukan hanya Tristan, keluarga Agra yang lainnya pun menatap nanar. Seketika Jordan melirik kesana-kemari. Dimana Angel? Apakah gadis itu baik-baik saja? Jordan tidak tau saja, jika Angel sudah berbalik memihak pada bangsa serigala.

Dari kejauhan, keluarga serigala datang. Mereka adalah Hara, Jiro, Thea, Sissy, Excel, David, Tania, Tino, dan Vino. Mereka pun terbelalak melihat apa yang terjadi.

"Rencananya bukan seperti ini. Kita hanya perlu menggunakan kekuatan Digo hanya untuk mengancam saja. Tapi kenapa Digo malah membantai semuanya? Darimana dia mendapatkan kekuatan sebesar itu?" Bingung Jiro.

"Ini gawat! Bisa-bisa, peperangan tanpa rencana akan segera terjadi." Ucap Hara khawatir membuat semuanya terbelalak.

"Lalu bagaimana ini, ayah?" Tanya Thea ketar-ketir.

Di tengah kegentingan itu, ternyata keluarga Agra dan keluarga Hara saling bersitatap. Melihat rupa Digo dan bangsa serigala, sepertinya ia mengerti sesuatu.

"KELUARGA HARA! JADI KALIAN BERENCANA MENGHANCURKAN PERNIKAHANKU?" Teriak Tristan marah. Apalagi jarak mereka agak jauh.

Mendengar teriakkan Tristan, Digo menolehnya kearahnya. Ia pun menyeringai. Tanpa aba-aba, Digo lekas membawa Tristan melesat pergi.

"TRISTAN!" Teriak Nayla panik. Tak peduli dengan bahaya yang mengancamnya, Nayla mengejarnya.

Keluarga Hara yang ingin mengejar Digo langsung terkepung oleh keluarga Agra dan sisa vampir pemberontak Venossa yang belum sempat di bunuh oleh Digo.

Mau tak mau, pertarungan besar tanpa rencana ini harus terjadi.

***

Di tempat lain, ada sekelompok orang yang bertopeng hitam. Mungkin jumlahnya sekitar 9 orang. Kesembilannya tengah menyiapkan sesuatu.

"Sebentar lagi, pasukan Venossa akan tiba. Kita harus menyatukan vampir yang memberontak pada Venossa untuk membantu keluarga Hara. Selain itu, kita satukan kekuatan keluarga Hara dan keluarga Agra untuk melawan Venossa dan pasukannya. Mau memanggil pasukan bangsa serigala pun, kita tidak tau dimana tempat mereka yang baru. Dan itu, adalah tugas kalian untuk menyatukan mereka. Sementara tugasku, aku akan membuat Venossa yang kini tengah merasuki raga Digo keluar. Lalu aku, Tristan, dan Digo akan melawan Venossa." Jelas salah satu orang bertopeng yang sepertinya pemegang kendali rencana.

"Itu rencana yang bagus." Ucap salah satu orang bertopeng yang terdengar puas.

"Tapi, kamu akan baik-baik saja kan, nak?" Tanya petopeng yang sepertinya seorang wanita paruh baya.

Si pemegang kendali rencana pun tersenyum teduh, "Aku janji akan baik-baik saja. Jangan khawatir."

***

Bruk...

Tubuh Tristan terbanting ketika Digo membantingnya dengan kasar ke pohon. Ya, Digo membawa Tristan ke Hutan. Ralat! Dia bukan Digo. Melainkan Venossa yang saat ini sedang bersemayam di tubuh Digo. Rupanya yang menculik Digo kemarin malam adalah Venossa.

Tristan sedikit meringis. Namun itu tak seberapa dengan rasa sakit hatinya karna adiknya sendiri yang menghancurkan pernikahan itu.

"Digo! Kenapa lo tega sama gue? Ini kayak bukan lo, Digo! Lo bukan Digo yang gue kenal!" Ucap Tristan tak percaya.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang