Di dalam mobil, Tristan dan saudara-saudaranya melihat bagaimana Nayla datang dengan berboncengan dengan Galang. Tristan hanya bisa menatap sendu pada Nayla. Sedangkan yang lain, mereka menatap sinis pada pemandangan itu. Apalagi Digo. Berbeda dengan Thea yang melihat itu biasa-biasa saja.
"Mereka lama-lama nyebelin, sih? Ngapain coba mereka berangkat bareng sambil boncengan gitu?" Ucap Digo sewot.
Bukan apa-apa, Digo sedikit ngilu dengan apa yang dirasakan oleh Tristan. Sedikitnya ia mulai paham, bagaimana rasanya jatuh cinta itu? Karna ia pun mulai mengakui, kalau dirinya telah jatuh hati pada Sissy.
"Gak papa, Digo. Gue mau bicara sama Nayla."
"Apa lo yakin?" Tanya Thea ragu. Karna Thea berpikir, apa yang mau dijelaskan oleh Tristan? Kalau Tristan jujur, itu sama saja ia mengakui dirinya sebagai vampir.
Tristan mengangguk mantap. Melihat itu, Thea sudah tak bisa melarangnya lagi. Tristan pun segera keluar dari mobil dan diikuti oleh saudara-saudaranya.
Di sisi lain, Nayla yang baru turun dari motor Galang sedikit terkejut ketika Tristan menarik tangannya tiba-tiba dan membawanya pergi. Galang sih tak melarang. Hanya saja jiwa-jiwa keponya bangkit. Alhasil, ia mengikuti keduanya. Apa yang akan dibicarakan oleh kedua orang itu?
***
Nayla segera menghentakkan tangannya agar Tristan melepaskannya.
"Ngapain lo nemuin gue?" Tanya Nayla dengan tatapan marah.
"Nay! Lo denger dulu, gue bisa jelasin semuanya."
"Gak ada yang perlu lo jelasin! Semuanya udah jelas!"
Tristan terdiam. Namun ia masih memperlihatkan ketenangannya. Ia hendak memegang tangan Nayla lagi. Namun gadis itu segera menyingkir.
"Gak usah pegang-pegang tangan gue!"
Tristan menghela nafas, "Lo marah sama gue soal kemarin, Nay?"
Seketika Nayla menangis. Gadis itu ingin meluapkan semuanya, "Lo tega, Tristan! Lo ninggalin gue disaat gue butuh pertolongan. Apa karna ada Galang? Karna lo gak suka sama Galang, makanya lo kabur?"
Tristan menggeleng, "Bukan itu, Nay!"
"Terus apa?"
Tristan terdiam. Ia jadi bingung harus menjelaskan apa? Sekarang ia paham atas pertanyaan Thea tadi.
"Gue cuma gak nyangka. Cuma karna ada Galang, lo ninggalin gue? Seharusnya lo bisa kesampingkan ego lo itu dan nolongin gue. Apa ego lo lebih besar daripada keselamatan gue?"
Tristan semakin terdiam. Ia semakin merasa bersalah.
"Gue pikir lo akan nolongin gue, lindungin gue. Tapi apa? Gue baru jatuh aja lo udah ninggalin gue? Dasar lo pengecut!"
Setelah mengatakan itu, Nayla lekas pergi meninggalkan Tristan. Baru saja Tristan akan mengejar, tiba-tiba Galang datang dan mencegahnya.
"Sebaiknya lo jangan deketin Nayla dulu. Biarin dia lebih tenang dulu."
Tristan terdiam. Perkataan Galang ada benarnya juga.
Setelah mengatakan itu, Galang pun meninggalkan Tristan yang diambang keheningan itu.
***
Sambil berjalan cepat, Nayla menyeka air matanya. Begitu sampai di Kelas, Sissy sudah datang dan diam di kursinya sambil ber make up. Nayla pun datang dan membuang tubuhnya di kursi miliknya.
"OMG Hellow, Nayla! Lo dateng-dateng kenapa? Tiba-tiba nangis begitu?" Tanya Sissy khawatir
"Gue benci sama Tristan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
Fiksi PenggemarGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
