Begitu Galang keluar dari Toilet Sekolah, ia berpapasan dengan Tino yang hendak masuk ke Toilet. Mereka saling menatap satu sama lain. Memikirkan sesuatu yang menyelam dipikiran mereka masing-masing.
"Apa mungkin serigala yang nyelamatin gue semalem itu Tino?" Tanya Galang dalam hati.
"Kenapa Galang ngeliatin guenya gitu banget? Apa jangan-jangan dia curiga sama gue kalau gue yang udah selamatin dia? Gak! Galang gak boleh tau!" Ucap Tino dalam hati.
Takut Galang semakin curiga, Tino memutuskan masuk kedalam Toilet dengan tergesa. Sementara Galang masih menatap kepergian Tino dan semakin curiga melihat tingkahnya. Tanpa sadar, pupil matanya berubah menjadi warna oren yang menandakan bahwa Galang adalah manusia serigala.
***
Tino menatap risih. Ia salah tingkah karna sejak tadi Galang selalu memperhatikan dirinya dengan tatapan tajam di kursinya. Itu sangat membuat Tino tak nyaman. Sesekali Tino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal guna menetralkan rasa canggungnya. Namun, pandangan Galang seolah tak lepas darinya. Membuat Tino semakin merasa risih dan memutuskan untuk keluar Kelas yang kebetulan sedang tak ada guru yang mengajar alias jam kosong.
Melihat itu Galang pun terkesiap. Entah apa yang Galang ambil dari tas miliknya, Galang pun juga pergi mengikuti Tino diam-diam dengan membawa sesuatu yang terbungkus kresek hitam itu. Karna suasana Kelas sedang ramai-ramainya, tak ada yang menyadari kepergian dua orang itu kecuali Tristan yang sejak tadi memperhatikan Galang. Sejujurnya Tristan masih penasaran, siapa Galang sebenarnya? Sedikit demi sedikit, Tristan mengingat kalau ia berkelahi dengan Galang semalam, walaupun ingatannya samar.
***
Tino memutuskan ke belakang Sekolah. Ia ingin menyendiri disini. Namun, belum apa-apa penciumannya menajam. Ia mengendus dan menemukan seekor kelinci imut yang berjalan dengan polosnya. Tino yang kebetulan sedang lapar, nafsunya menjadi liar. Ia pun mulai merangkak seolah membentuk posisi serigala guna menangkap kelinci yang tak berdosa itu. Sayangnya, ia harus mendengus kesal karna santapannya tak berhasil ia tangkap. Ia pun mulai bersiap akan menangkap mangsanya lagi. Tapi seolah si kelinci itu cerdik, ia berhasil lolos lagi. Kelinci itu seakan tau akan niat jahat Tino dan malah berlari seolah menyerahkan diri pada sosok yang kini yang berdiri dihadapan Tino. Sosok itu mengambil kelinci itu dan mengelus kepalanya penuh dengan kasih sayang.
Sontak itu membuat Tino mendongak menatap si empu. Tino yang masih dikendalikan oleh gen serigala di tubuhnya menatap sosok itu seolah adalah rivalnya karna telah mengambil santapan.
"Eh, Lang! Lo kalo mau, cari sendiri mangsa lo. Itu makanan gue!"
Galang. Si sosok yang tengah mengelus kepala penuh bulu halus itu terkejut akan perkataan Tino.
"Jadi kecurigaan gue bener. Lo itu serigala!"
Tino yang mendengar ucapan Galang sontak menyadarinya. Ia tertangkap basah sekarang.
"Emang kenapa kalo gue serigala?" Tanya Tino gugup.
Galang mengangguk paham. Dari pertanyaan Tino saja sudah menjelaskan, kalau Tino adalah serigala.
"Sekarang gue tanya. Apa lo yang nyelamatin gue semalam?"
Mau tidak mau Tino mengangguk. Ia sudah tertangkap basah sekarang. Tak mungkin ia berbohong.
"Terus, apa lo liat atau tau siapa vampir yang nyerang gue?"
Sebenarnya Tino tau. Karna ia menyelamatkan Galang dalam keadaan sadar. Hanya saja, ia tetap perlu kepastian apakah Tristan dan saudara-saudaranya itu vampir atau bukan?
"Gue gak tau." Hanya itu yang bisa ia jawab.
Galang mengangguk maklum. Mungkin Tino memang gak sadar sama seperti dirinya. Dilepaslah kelinci imut yang ada digenggamannya dan makhluk kecil itu pun berlari menjauh. Hal itu membuat Tino kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
