Menjenguk Digo

820 35 2
                                        

Ceklek...

Seorang gadis menyembul keluar dari dalam Rumah Nayla itu.

Malam ini, di malam yang sama saat usainya peperangan. Sissy sudah siap dengan penampilannya. Tak lupa ia melihat cermin untuk memastikan dirinya yang senantiasa harus tampil cantik maksimal. Senyumannya puas ketika ia sudah merasa cantik.

Begitu pandangan Sissy lepas dari cermin itu, seketika wajahnya merengut kesal. Dua oknum yang ditunggunya belum juga datang.

"OMG Hellow! Ini mana sih? Si jin tomang Tobi sama si centil Sisca belum juga dateng?" Omelnya kesal.

Tak lama setelah ia mengomel, kini kedua oknum itu datang juga. Sissy yang tadinya cemberut seketika mengakak ketika melihat keduanya. Secara, mereka datang dengan boncengan berdua diatas motor vespa milik Tobi itu.

"OMG Hellow! Kok kalian So Sweet gitu, sih?" Girang Sissy begitu keduanya tiba dihadapan gadis itu.

Bukannya marah, Sisca malah baper, "Emang iya, ya? Makasih, ya!" Ujar Sisca tersipu. Gadis itu pun turun dari motor Tobi.

Sementara Tobi ketar-ketir. Ia lekas turun dari motor dan menghampiri Sissy berusaha menggenggam tangannya.

"Neng Sissy! Lo jangan cemburu, neng! Abang Tobi gak ada hubungan apa-apa sama Sisca." Ucap Tobi mencoba mengklarifikasi dengan nada dramatis.

"Ih, amit-amit lo, ya! Siapa juga yang cemburu? Gue malah sujud syukur kalo kalian emang jadian beneran!"

Mendengar itu, Tobi merengut. Ya kali gitu, Sissy cemburu. Padahal Tobi emang berharap Sissy cemburu.

"Rumah Digo jauh gak sih dari sini?" Tanya Sisca.

"Lumayan. Dari sini kita kedepan sedikit sampe keluar Gang. Habis itu kita naik angkot." Jelas Sissy.

Ya, rencana mereka bertiga adalah ingin menjenguk Digo yang dikabarkan sakit. Seharusnya kemarin malam Sissy menjenguknya. Namun, Sissy keburu takut hanya karna ia melihat penampakan Rumah Digo yang dari jauh saja sudah terasa mistis. Alhasil, sekarang Sissy mengajak Tobi dan Sisca untuk menemaninya.

"Kenapa naik angkot sih, neng? Kita berduaan aja diatas motor mau?" Tawar Tobi dengan cengirannya.

"Enak aja! Kalo kalian naik motor, terus gue naik angkot sendirian gitu? Gue aja gak tau dimana Rumah Digo." Kesal Sisca.

"Tau tuh!" Ujar Sissy sependapat dengan Sisca. Disamping itu, ia memang tak mau satu motor dengan Tobi. Bisa-bisa si jin tomang itu makin kegeeran.

Tobi cemberut. Padahal niatnya bawa motor agar bisa berduaan dengan Sissy diatas motor, "Terus, motor gue gimana?"

"Ya, tinggal disinilah! Suruh siapa bawa motor?" Sewot Sissy.

Mau tak mau Tobi menurut. Setelah semua dirasa siap, ketiganya lekas beranjak pergi. Tak lupa Tobi yang mengunci stang motornya dulu.

***

Ternyata benar kata Sissy. Dari jauh saja, mereka sudah merasakan aura mistis. Alhasil, bukannya mereka segera masuk, mereka malah merinding ketakutan disana.

"Aduh! Itu Rumah apaan sih? Kok serem banget?" Keluh Sisca. Gak jadi nge-crushin Digo, dong! Kalo orangnya aja punya Rumah modelan begini. Sisca akui, Rumahnya megah. Pasti orang kaya. Tapi kan Sisca tetap takut pada mistisnya dari Rumah itu.

"Itu makanya gue minta temenin kalian. Kemarin malem gue kesini, tapi keburu takut duluan. Makanya gak jadi."

"Ah! Sekate-kate banget lo, neng Sissy. Mending kita cari Rumah yang lain." Keluh Tobi yang juga ketakutan.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang