"Galang!"
Byurr...
Galang yang sedang duduk di dermaga tempat tadi ia bersama Thea dan Diva melihat Sunset, terjengit kaget. Alhasil, tanpa sengaja ia oleng dan jatuh ke Laut. Tentu saja Galang kaget. Secara suara Sissy yang cempreng benar-benar membuatnya kaget sementara suasana sekitar sedang hening-heningnya.
Sissy terbelalak. Ia pun lekas mendekati. Terlihat Galang yang berusahan naik kembali ke dermaga. Namun, Sissy semakin terbelalak ketika Galang malah menghilang dibalik beningnya air.
"Galang!" Pekik Sissy.
Byurr...
Tanpa berpikir panjang, Sissy ikut menyebur. Ia berusaha untuk membawa Galang keluar dari air. Galang pun juga ternyata tak berhenti usaha. Hingga akhirnya, keduanya berhasil naik. Galang pun berbaring diatas dermaga dengan nafas yang sedikit tersengal. Sementara Sissy langsung duduk di tepi dermaga.
"Lo kan bisa berenang. Kok, tadi malah kelelep, sih?" Heran Sissy.
Galang melirik Sissy sejenak, "Bisa! Sampe sekarang gue juga bisa berenang. Cuman, jadi agak sedikit trauma gara-gara hanyut kemarin." Jelasnya yang masih posisi berbaring.
Sissy mengangguk paham, "Iya juga, sih! Hubungannya sama Psikis. Gak boleh main-main juga."
"Lagian lo kurang kerjaan banget, deh! Ngapain lo pake acara ngagetin gue segala?" Protes Galang akhirnya. Dengan posisi yang masih berbaring, Galang menutup mata guna menetralkan nafasnya lagi.
Sissy cengengesan. Ia membentuk jarinya menjadi Peace. Namun, ketika ia melihat Galang menutup matanya, Sissy menjadi panik.
"Galang! Lo gak pingsan kan, Lang?"
"Enggak!" Galang ngegas. Sissy benar-benar mengganggunya saat ini.
Sissy pun mencebik, "Biasa aja, kali! Gue kan cuma khawatir!" Ia juga ikut ngegas. Galang hanya mendelik.
Wuuussshhh...
Tiba-tiba Ken datang melesat dan berhenti tepat diatas kepala Galang yang tengah berbaring. Galang pun sedikit mendongak untuk melihat si empu.
"Eh, buset! Nih pada abis ngapain pada basah kuyup begini?" Heran Ken.
Galang pun bangkit dari posisi berbaringnya, "Abis nyantet!"
Seketika Ken dibuat mikir. Sejak kapan nyantet jadi basah kuyup begini? Bukankah nyantet itu perkara jaga lilin?
"Emang, nyantet bikin basah kuyup, Lang?" Tanya Ken polos membuat Galang menepuk jidatnya.
"Lo mau aja dibegoin sama si Galang, sih? Ampun, dah!" Heran Sissy dan kini Ken mengangguk paham. Ia pun mendengus kesal.
"Lo ngapain kesini?" Tanya Galang akhirnya.
Ken menjentikkan jarinya. Seketika ia ingat tujuannya kemari, "Mumpung lo lagi sama Sissy, jadi gak usah lagi lo nyari-nyari dia."
Galang mengernyit bingung, "Maksud lo?"
"Gue kesini, karna disuruh ayah Hara, buat manggilin elo, sama Sissy?" Jelas Ken.
"Sissy? Kenapa sama Sissy? Ada urusan apa ayah Hara sama Sissy?" Heran Galang.
"Tunggu-tunggu? Ini maksudnya apa, sih? Ayah Hara? Bukannya Hara itu nama belakang kita sama Angel ya, Lang! Bahkan yang tadi juga, nama belakangnya Hara juga." Bingung Sissy. Secara, ia masih tak tau menahu.
"Udah, deh! Lo gak usah banyak tanya. Dateng aja! Gue juga bingung. Sekarang gini, lo belum tau nama gue, kan? Nama gue, Ken. Dan gue udah tau nama lo, dari ayah Hara. Dan kita juga pernah ketemu didepan Rumahnya Tristan, kan?" Jelas Ken pada Sissy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
