Papsky Tau

945 43 4
                                        

Setelah mengantarkan Thea pulang dengan selamat, Galang pun memutuskan untuk pulang juga. Kini motor itu tengah menyusuri padatnya Jalan Raya. Begitu memasuki gang perumahannya, tiba-tiba Galang mengerang kesakitan. Ia pun melirik kearah langit. Rupanya malam ini adalah malam bulan purnama.

Galang yang tadi tujuan awalnya menuju Rumah, memutar balik menuju Hutan. Bagaimanapun juga, ia tak boleh sampai berubah di daerah pemukiman warga. Jika sampai ketahuan warga, maka habis riwayatnya.

Begitu sampai di sebuah Hutan dekat  Wilayah serigala, Galang lekas turun dari motor. Tak peduli motornya akan dicuri orang. Yang penting ia harus menemukan tempat aman dulu untuk merantai dirinya.

"Arrrggghhh!"

Galang berlarian dengan terseok-seok. Bahkan ia sampai terjatuh-jatuh karna tak kuat menahan sakit. Sebelum gen serigala mengambil alih seluruh tubunya, ia sudah harus mengikat dirinya. Galang tak mau melukai manusia.

Begitu ada sebuah Gubuk, Galang segera memasukinya. Walaupun tubuhnya terus meronta kesakitan, ia tetap berusaha merantai dirinya dengan rantai yang sudah pernah ia letakkan disana. Tepat setelah Galang berhasil merantai dirinya, gen serigala sepenuhnya mengusai dirinya. Tentu nafsunya sebagai serigala lebih dominan daripada akalnya yang sebagai manusia. Sehingga Galang yang kini sepenuhnya dikuasai oleh gen serigala, tak bisa melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya itu.

***

Setelah lama Galang terus memberontak, perlahan-lahan ia menjadi lebih tenang seiring dengan kesadarannya yang kembali pulih. Pasalnya, bulan purnama sudah tertutup oleh awan. Alhasil, gen serigala di tubuhnya juga perlahan tenang.

Tak ingin melepas rantainya dulu, Galang memilih terdiam saja. Takut jika dirinya tiba-tiba tak bisa dikendalikan lagi. Beristirahat sejenak, mengambil nafas karna banyaknya energi yang telah ia keluarkan.

Begitu ia merasa yakin dan tenang, barulah Galang berani membuka rantainya. Karna ia yakin, kalau dirinya tak akan hilang kendali lagi.

"Gue harus buru-buru pulang, nih! Nanti mamsky nyariin gue." Gumamnya.

Alhasil, Galang lekas segera melesat menuju tempat motornya di parkirkan.

Disisi lain, ada sebuah mobil yang tengah melewati Jalan di dalam Hutan. Awalnya semua masih baik-baik saja. Namun tiba-tiba, mobil itu berhenti. Makanya si pengendara mobil itu lekas turun.

"Ya elah! Pake mogok segala nih mobil." Dengus lelaki itu yang ternyata adalah papsky Puguh.

Ayah dari Galang itu lekas mengecek aki mobilnya yang terdapat di tempat permesinan bagian depan mobil. Sambil melihat-lihat, Puguh mendengus kesal.

"Ini mah harus dibawa ke Bengkel." Gerutunya.

Tak mungkin untuk mendorong mobil sampai ke Bengkel, Puguh mengeluarkan teleponnya. Lelaki itu akan menguhubungi tukang bengkel untuk datang langsung kesini. Namun itu urung karna...

Aaaaaaaaaauuuuuuuuuuuu

"Aaaaaauuu." Latah Puguh mengikuti suara lolongan serigala itu. Sadar akan kelakuannya, Puguh memukul mulutnya pelan.

"Aduh! Tuh serigala kenapa segala ada disini, sih? Minimal, biarin gua pulang dulu baru ngelolong. Kalo gua jadi santapan, gimana?" Ujar Puguh ketakutan.

Aaaaaaaaaaaauuuuuuuuuuu

Seketika suara lolongan terdengar lagi. Tapi kali ini suara itu lebih dekat. Puguh semakin waswas. Ingat dirinya membawa senapan, Puguh lekas mengambilnya dari dalam mobil. Demi berjaga-jaga, ia harus memegang senapan itu.

Puguh semakin gemetar ketika ia mendengar suara geraman hewan buas. Itu artinya, serigala itu ada disekitarnya. Dengan mata awas, Puguh memperhatikan sekitar. Seketika matanya menangkap sesuatu didepan sana. Ya, itu adalah serigala. Dengan segera Puguh menarik pelatuk. Senapan itu sudah menempel pada sebelah matanya agar fokus terhadap serigala itu. Tanpa Puguh sadari, secepat kilat serigala itu melesat ke belakang Puguh.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang