Setelah puas bermain di Playstion, kini Thea tengah memeluk ketiga bonekanya. Tak lupa senyuman yang terus terpantri di bibirnya. Galang yang melihat itu terkekeh gemas. Keduanya tengah berjalan-jalan saja mengelilingi Mall.
"Lo seneng banget, kayaknya?" Tanya Galang.
Thea tersenyum, "Gue seneng bisa menghabiskan waktu bersama lo. Dan boneka ini, adalah dari lo semua. Yang ini pemberian lo, ini hasil usaha lo dari permainan tadi, dan ini adalah hasil usaha gue setelah lo ajarin." Jelas Thea yang menunjukkan bonekanya satu persatu.
"Bagus, deh! Kalo lo suka. Simpen baik-baik, ya! Jangan sampe ilang."
Thea mengangguk, "Pasti. Makasih, ya!"
Galang terkekeh, "Pake acara makasih segala."
Keduanya saling terdiam menggelungi perasaan mereka masing-masing. Sesekali Galang mengusap kedua telapak tangannya karna tiba-tiba merasa dingin. Laki-laki itu terlihat seperti sedang menimang-nimang sesuatu.
"Thea." Panggil Galang dan Thea lekas meliriknya.
"Gue pengen ngomong sesuatu."
Thea menatap Galang penasaran.
"Gu-gue. Gue." Galang menghela napas terlebih dahulu karna dirasa tiba-tiba gugup. Melihat Galang gugup, seketika Thea ikut gugup juga.
"Gue. Gue tau, gue masih tahap belajar. Dan gue tau, ini terkesan egois. Tapi–" Galang kembali menghela napas gugup, "Lo mau gak? Kalau lo–"
Dering panggilan masuk berbunyi)*
Galang mendengus kesal. Kenapa harus sekarang, sih? Alhasil, Galang lekas mengambil HP nya di kantong saku bajunya. Tertera nama Tobi disana. Lagi-lagi Galang mendengus kesal. Dasar jin tomang pengganggu! Baru saja, ia akan menembak Thea. Disaat ia sudah mengumpulkan keberaniannya, malah diganggu.
"Halo!" Ucap Galang ngegas. Thea terkekeh mendengarnya.
"Eh, paku payung! Lo dimana, sih? Gue udah nyampe Parkiran, nih!" Sahut Tobi di seberang sana.
Galang menepuk jidatnya. Ia lupa jika kemari bersama Tobi.
"Lo pulang sendiri aja, deh! Gue masih ada urusan."
"Lo tega amat sih, Lang? Emangnya urusan lo sepenting apa, sih? Sampe lo tega-teganya nyuruh gue pulang sendirian?" Sungut Tobi mendramatis.
Galang melirik Thea dan tersenyum. Sontak Thea pun ikut tersenyum juga.
"Gue lagi sama Thea. Dan itu penting!"
"Halah! Palingan lo sama si Thea cuma pacaran doang. Pake bilang penting segala."
Galang hanya terkekeh. Begitu pun dengan Thea yang ikut terkekeh juga.
"Ya udah! BYE! Untung uang dari lo masih gue sisahin."
Tutt...
Sambungan terputus. Galang pun mendengus kesal lagi pada HPnya.
"Gangguin aja, lo!" Kesal Galang dan Thea terkekeh. Begitu Galang menatap Thea lagi, ia kembali cengengesan.
"Maaf ya, mimi. Sedikit keganggu." Ucap Galang menyengir.
Thea mengangguk, "Iya, gak papa."
Thea kembali menatap Galang penasaran, "Tadi, lo mau ngomong apa?" Tanyanya.
Galang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kalau sekarang, hilang sudah keberaniannya, "Nanti aja, deh! Mungkin lain kali."
Thea pun mengangguk paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
