Sebenarnya Tristan sangat khawatir begitu melihat Nayla akan memakan spagetti itu. Ia takut kalau makanannya tidak enak. Pasalnya ia dan saudaranya tak bisa mencicipi hasil masakan mereka.
"Lo gak makan, Tristan?" Bingung Nayla.
Tristan menggeleng, "Gue udah makan."
Nayla mengernyit bingung. Kalau memang akan dinner, kenapa malah makan duluan? Nayla sedikit curiga sebenarnya. Namun ia memilih tak banyak bertanya. Takut Tristan tersinggung lagi.
"Gue minta maaf kalo cuma bisa menyajikan spagetti biasa."
"Gak papa. Ini udah istimewa kok, bagi gue." Nayla Tersenyum.
Baru saja Nayla hendak memasukan spagetti itu ke mulutnya, tiba-tiba...
"Nayla!"
Galang dan Sissy datang dan langsung masuk tanpa permisi. Tristan dan Nayla terkejut. Begitu pula dengan Yasha, Liora, Thea, dan Digo yang sedang mengintip. Keempat remaja itu menatap Galang tajam dari kejauhan.
"Galang?" Heran Nayla.
Galang menatap Nayla tajam, "Ayo pulang!"
Galang menarik tangan Nayla. Namun, gadis itu langsung menepisnya.
"Lo apa-apain, sih? Bikin gue malu tau gak?" Gertak Nayla.
Tristan berdiri dan menarik Nayla mendekat seolah ingin melindungi gadis itu dari Galang. Ia menatap Galang tajam.
"Gue yakin lo itu orang baik Galang. Jadi sudah seharusnya lo permisi saat masuk ke Rumah orang."
"Minggir lo! Ini urusan gue sama Nayla." Galang hendak akan menarik Nayla lagi namun Tristan kembali menarik Nayla.
"Gue yang jemput dia, jadi gue yang akan mengantar dia pulang."
"Gue gak bisa percaya sama lo. Gue bakal lakuin apapun buat lindungi Nayla." Kini Galang berhasil menarik Nayla dan lagi-lagi Nayla menepisnya.
Nayla berkaca-kaca, "Lo rusakin acara gue, Lang!" Nayla menatap Sissy yang ada di sebelah Galang, "Lo juga tega Si! Lo kan tau tadi gue bahagia banget."
Sissy menggeleng. Rupanya Nayla telah salah paham padanya.
Sedangkan para saudara Tristan yang sedang mengintip dibuat geram dengan kelakuan Galang dan Sissy yang tiba-tiba datang mengacaukan apa yang sudah mereka persiapkan. Terutama Digo yang sudah menatap mereka penuh dengan amarah. Tanpa sepatah katapun, Digo beranjak menghampiri Tristan. Takut Digo berulah, yang lain pun juga mengikuti Digo.
Dan benar saja, datang-datang Digo langsung mencengkram kerah baju Galang, "Heh, lo pengacau! Ngapain lo dateng?"
Galang berhasil melepaskan cengkraman itu, "Ini urusan gue!"
Tak berhasil melawan Galang, Digo melirik Sissy. Lantas, ia menarik membawa gadis itu pergi.
"Nayla, ayo pulang!" Galang akan menarik Nayla lagi, namun gadis itu berhasil menghindar.
"Gue bisa pulang sendiri!" Lantas Nayla pergi dengan mata yang menangis.
"Nayla!" Panggil Galang. Ia melirik tajam sekilas pada Tristan dan para saudaranya disana. Setelah itu ia mengejar Nayla. Begitu Galang pergi...
"Aaarrrrrgggggghhhhhh!"
Tristan berteriak dan menendang meja makan itu guna meluapkan emosinya. Sementara saudaranya yang lain menatap Tristan takut-takut.
"Kenapa Galang selalu ganggu gue sama Nayla?"
Yasha menatap Tristan takut, "Gue curiga, kalau Galang tau kita vampir. Soalnya dia bilang mau lindungi Nayla."
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
Fan-FictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
