Keluarga Agra bersama Nayla dan Sissy memilih berjalan-jalan sebentar di sekitar sebelum memasuki area Pantai. Mungkin mereka mau menikmati pemandangan sekitar terlebih dahulu. Tak lupa Nayla dan Sissy yang sesekali mengambil foto selfie berdua.
Tentu saja keluarga Agra tak berfoto selfie juga. Itu karna cincin mereka sedang tidak berguna sekarang. Jadi rasanya percuma jika mereka berfoto, tapi mereka tak akan nampak dalam foto itu. Itu pun guna melindungi diri dari sinar matahari, keluarga Agra memakai kaos berbahan ringan namun tangan panjang dan topi pantai dikepala mereka masing-masing.
Di tengah kenikmatan yang mereka rasakan itu, Thea tetap melirik-lirik sekitar. Ia berharap menemukan Galang disini. Namun, hasilnya nihil. Thea pun hanya bisa menghela napas kecewa.
"Sini! Sini! Aku fotoin." Digo menawarkan dirinya sendiri untuk jasa pengambilan gambar. Tentu saja, dengan antusias Nayla dan Sissy menyetujuinya.
"Backgroundnya laut, ya!" Pinta Nayla yang sudah menuju posisi membelakangi Laut, sementara Sissy yang memberikan HPnya untuk mengambil gambar. Mendengar permintaan Nayla, Digo hanya mengacungkan jempol.
Tristan, Yasha, dan Liora hanya tersenyum melihat ketiganya. Sementara Thea, ia memilih sedikit menjauh agar ia tidak ketahuan jika ia tengah merasa sedih. Namun tiba-tiba...
Bruk...
Thea jatuh terduduk seketika. Orang yang menabraknya itu terkejut. Ada kamera di tangannya. Itu artinya, orang itu tak menyadari kehadiran Thea, karna saking fokusnya memotret Laut dari kejauhan.
Keluarga Agra, Nayla, dan Sissy meliriknya. Si penabrak itu lekas memberikan tangannya agar gadis itu meraihnya dan terbangun. Sesuai dugaan, Thea akhirnya meraihnya dan segera terbangun.
Begitu Thea berhasil bangkit, si laki-laki penabrak itu seketika tertegun. Satu hal yang tiba-tiba ia pikirkan. Sangat cantik.
"Hmm, Sorry, ya! Gue gak sengaja." Ucap orang itu dan Thea mengangguk.
Sebenarnya Thea kesal, hanya saja ia menahannya.
"Lain kali hati-hati." Ujar Thea menasehati.
Laki-laki itu mengangguk. Ia lekas mengulurkan tangannya. Thea pun mengernyit bingung karna itu.
"Nama gue David." Rupanya laki-laki itu mengajaknya kenalan.
Thea tak berniat membalas tangan itu. Ia pun membuang wajahnya kearah lain.
"Thea." Walaupun begitu Thea tetap menyebutkan namanya.
David mengangguk dan tersenyum. Ia menarik kembali tangannya, dirasa Thea tidak membalasnya. Nama yang cantik, pikirnya. Pantas saja orangnya juga cantik spekkan bidadari.
"Gue, izin pamit ke saudara-saudara gue." Pamit Thea dengan nada yang dingin.
"Oh, silahkan."
Alhasil, Thea yang tadinya ingin sedikit menjauh dari saudara-saudaranya itu, kembali lagi pada mereka. Entah mengapa, ia kurang nyaman dengan tatapan David padanya.
Sementara David, ia masih memandangi Thea yang menjauh itu dengan senyuman. Sepertinya ia sudah langsung terpikat pada gadis itu sejak pertama kali bertemu.
***
Setelah acara foto-foto tadi, kini ketujuhnya memutuskan untuk memasuki Pantai. Diatas pantai, mereka tengah menikmati kegiatan bermain voli Pantai. Dengan Tristan dan Nayla yang menjadi satu tim, lalu Yasha dan Liora menjadi satu tim juga. Sesekali Liora ataupun Yasha bergantian dengan Thea. Sementara Digo dan Sissy, mereka memilih untuk menonton saja dengan duduk lesehan di pasir. Posisi Sissy pun menyandar nyaman pada bahu Digo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
