Malam ini, semua anak Hara kecuali keempat saudara mereka yang hilang, Excel dan Ken. Mereka tengah berkumpul di Rumah Galang. Nayla juga berada disana, karna Sissy tak ingin meninggalkan Nayla sendirian di Rumah. Takut disaat Sissy pergi, ada vampir jahat yang datang mengincar darah suci Nayla. Jiro, Denis, Erick, dan Tino pun ada disana juga. Alasan berkumpulnya mereka disini yakni, merundingkan kembali kira-kira kemana hilangnya Aurel, Kirana, Freedom dan Ray.
"Ini si Ken kemana, sih? Belum dateng juga dia?" Tanya Galang kesal. Secara, Ken benar-benar sangat terlambat.
"Mungkin sebentar lagi. Siapa tau, dia ada urusan." Ucap Jiro tenang.
Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Yang di tunggu-tunggu kini datang juga. Namun semua mengernyit bingung. Secara, Ken datang dengan raut sedih dan mata sembab. Galang yang melihat itu, seketika perasaannya tidak enak.
"Lo kenapa?" Tanya Galang khawatir.
Ken menatap Galang dengan mata yang berkaca-kaca. Entah bagaimana ia mengatakan ini pada Galang.
"Ken? Lo kenapa?" Tanya Galang semakin mengebu-ngebu.
"Tobi."
Hanya dengan menyebutkan satu nama, Galang terkesiap.
"Tobi kenapa?" Tanya Galang panik.
Ken menghela napas sejenak. Tiba-tiba tenggorokannya serasa tercekat, "Tobi udah tewas."
Deg
Galang, Tino, Nayla, dan Sissy diam membeku. Mereka tidak salah dengar, kan?
"Maksud lo?" Tanya Tino tak sabaran. Bagaimana pun juga, Tobi itu sudah menjadi bestie sejatinya yang sulit dipisahkan.
"Tadi, gue liat. Tobi digigit sama Digo. Sayangnya gue terlambat nyelamatin dia." Tangis Ken seketika. Ia merasa bersalah.
"APA? DIGO?" Tanya Sissy berteriak.
Ken pun mengangguk pelan.
Seketika Galang dan Tino mengamuk. Sedangkan Sissy dan Nayla histeris. Bahkan yang lain sampai turun tangan untuk menenangkan keempatnya.
"ARRRRGGGGGGHHHHHHH!" Teriak Galang frustasi. Tangisannya begitu keras. Apa lagi ini sekarang? Tidak cukupkah soal masalah yang kemarin?
"DIGO! LIAT AJA LO! GUE BAKAL BIKIN PERHITUNGAN SAMA LO!" Teriak Tino berusaha memberontak dari pegangan Jiro dan Erick yang menahan tubuhnya.
Sissy dan Nayla saling berpelukan. Keduanya menangis tersedu-sedu.
"Nay, Tobi, Nay! Kenapa Digo tega banget, sih? Dia kan tau, kalo Tobi itu sahabat gue. Walaupun gue terkesan risih deket-deket sama dia, tapi itu hanya bentuk candaan gue aja, Nay! Gue sayang sama dia!" Tangis Sissy histeris. Nayla hanya bisa menangis tersedu-sedu.
Galang meluruh. Saat ini, ia hanya mampu menangis dan menangis. Dadanya merasakan sesak yang luar biasa akan segala kesedihan yang menimpanya bertubi-tubi.
Begitupun juga dengan Tino. Ia yang sudah kehilangan tenaganya karna memberontak, kini hanya bisa menangis meraung seperti anak kecil. Tobi adalah sahabat sejatinya. Dan Tino tidak akan bisa terima hal ini.
"GUE BENCI SAMA LO, DIGO! LO UDAH NGEBUNUH SAHABAT GUE!" Teriak Sissy histeris. Nayla pun semakin mengeratkan pelukannya terhadap Sissy.
Ken menunduk. Ia semakin merasa bersalah karna terlambat menolong Tobi.
Sementara tanpa disadari oleh siapapun, seseorang menyeringai, "Bagus! Bahkan tanpa gue turun tangan pun, mental Galang berhasil semakin dibuat down." Ucapnya dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
