Begitu turun dari Bus, Nayla mencoba menghirup udara segar. Suasana alam seperti ini yang ia butuhkan ditengah-tengah padatnya Kota. Pohon-pohon terlihat Rindang, udara tanpa polusi, suara burung-burung berkicauan membuat rasanya tenang ditengah kepenatan.
Anak-anak diminta kumpul disuatu titik untuk beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan jauh. Mereka diminta untuk memakan bekal yang mereka bawa, yang sebelumnya sudah diarahkan guru untuk membawa bekal.
"Ah, Mamsky gue masak apa ya?" Gumam Galang sambil membuka bekalnya.
Tobi. Teman Galang yang terlihat culun itu mendekati Galang.
"Lang. Gue lupa bawa bekel. Gue minta punya lo ya!" Tanpa ijin, Tobi hendak mengambil sepotong Paha Ayam milik Galang sebelum pada akhirnya Galang menutup tutup bekelnya.
"Enak aja, Lo! Makanya bawa. Ini buatan Mamsky gue. Khusus buat gue! Anak kesayangannya. Jadi lo ga boleh minta."
"Yaelah lo. Galang paku payung! Dikit doang sih!"
Galang menggeleng, "Gak Boleh! Ini punya gue!"
Galang kembali membuka kotak bekalnya. Dengan segera ia memakannya dengan lahap membuat Tobi tergiur.
"Lang! Dikit, ya!" Bujuk Tobi lagi memelas.
Sambil mengunyah, Galang terlihat berpikir. Sebenarnya ia juga kasihan. Sebagai teman kan harus rela berbagi.
"Yaudah. Tapi dikit aja! Jangan diabisin!"
Tobi memeluk Galang erat, "Lo emang bener-bener, Lang. Sahabat terbaik gue."
Galang merasa sesak karna dipeluk erat oleh Tobi. Sadar akan kesulitan Galang, Tobi melepaskan pelukannya.
"Buset, dah. Lo mau bunuh gue?"
Tobi terkekeh, "Sorry, Lang! Hilap gue."
Setelahnya Galang dan Tobi akhirnya makan berdua bersama.
Interaksi antara Galang dan Tobi tadi tak luput dari perhatian dua gadis yang tidak makan itu. Liora dan Thea. Sejak tadi Liora terkekeh melihat interaksi menyenangkan seperti itu.
"Untung Kita Vampir Thea. Jadi gak perlu repot-repot makan."
Thea hanya tersenyum menanggapi Liora. Tapi tatapannya terus mengarah pada Galang. Rupanya gadis itu masih penasaran tentang siapa sosok Galang sebenarnya? Seberapapun kerasnya ia berpikir, ia masih belum menemukan jawabannya.
***
Ternyata bukan hanya dari Sekolah Galang saja yang tengah Kemah disana, ternyata ada dari Sekolah lain juga yang mempunyai jadwal kemah di waktu yang sama. Terlihat dari beberapa Bus yang mulai berdatangan lagi. Wajar sih, pasalnya hutan ini memang dikhususkan untuk tempat perkemahan. Jadi tak heran jika banyak Sekolah yang mengadakan Kemah disini. Asalkan tidak saling mengganggu itu tak masalah. Lagi pula tempat perkemahan ini cukup luas. Jadinya kedua Sekolahan itu berkemah di dua lapak yang bersebelahan namun berbeda. Tapi tetap saja, walaupun hutan ini khusus perkemahan, tetap ada daerah Hutan Larangan. Karna apa? Karna banyak hewan buas disana. Terutama serigala.
Sebagai pembeda, Sekolah Galang bernama SMA Nuansa Langit High School sedangkan Sekolah lain itu bernama SMA Sekar Harum High School.
Setelah semua murid dari Bus Sekar Harum itu turun, kini turunlah empat pemuda terakhir. Terdiri dari tiga pria dan satu perempuan. Sama seperti saat Nayla turun tadi, keempatnya menghirup udara segar. Sebenarnya tak perlu mereka menghirup udara segar seperti itu, lagian pula mereka memang terbiasa dihutan. Tapi tetap saja, aroma alam bebas lebih menenangkan daripada aroma polusi udara di Kota.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
