Pagi ini, Tobi mengunci pintu Rumah Galang, karna ia harus berangkat ke Sekolah. Sejak kemarin malam, ia gusar mengenai Sissy, eh malah Galang yang gak ada kabarnya sampai sekarang. Mau gak mau, berangkat Sekolah ini, Tobi ngongkos sendiri.
"Duh! Si Galang paku payung emang bener-bener kampret, deh! Kemana sih tuh orang? Malahan dari semalem tansky nyariin terus." Dumel Tobi walaupun sebenarnya ia lebih dominan khawatir.
Drrtt...
Tiba-tiba ada sebuah notifikasi panggilan masuk. Alhasil, Tobi mengangkatnya.
"Iya, tansky. Ada apa?"
"Gimana? Galangnya udah pulang belum?" Tanya Dewi di sebrang sana dengan nada yang seperti ingin menangis.
"Belum tansky! Kemarin malem, anaknya bilang mau ngasih kabar. Eh, malah gak ada kabar sampe sekarang."
"Aduh, Tob! Kenapa dari kemarin malam Feeling tansky gak tenang, ya? Minimal, denger suaranya dikit, kek! Ini juga Chatting gak dibales. Telepon gak diangkat. Apalagi Video Call?" Ucap Dewi yang mengungkapkan kerisauan hatinya. Ya, firasat seorang ibu tidak pernah salah.
"Ya udah deh, tan. Nanti kalo udah ada kabar lagi, Tobi kabarin."
"Iya. Makasih ya, Tob! Tansky titip Galang. Ya udah, tansky tutup, dulu!"
Klik...
Tobi menghela napas gusar, "Aduh, paku payung! Lo dimana, sih? Suka banget bikin orang khawatir. Emak lo sampe panik, tuh!"
Pusing memikirkan keberadaan Galang. Tobi lekas berangkat ke Sekolah.
***
"Neng, Sissy!" Panggil Tobi dan yang dipanggil lekas menoleh. Bukan hanya Sissy disana. Melainkan ada Nayla juga. Tobi pun berlari untuk mendekat pada keduanya.
"Kenapa?" Tanya Sissy dengan nada kalem, begitu Tobi sudah dihadapannya. Laki-laki itu sedikit terengah.
"Kok, lo ada disini, sih? Kata Galang, lo kecelakaan! Terus kritis but–"
"Lo salah denger kali!" Potong Nayla tiba-tiba. Bagaimanapun juga, Sissy belum boleh tau soal donor darah itu.
"Sissy emang kecelakaan. Tapi dia gak papa, kok! Liat! Dia baik-baik aja. Cuma keserempet dikit." Jelas Nayla mencoba meyakinkan Tobi.
Sissy yang memang merasa baik-baik saja pun mengangguk. Itu karna ia memang tidak mengetahui apapun soal kondisinya kemarin. Jadi, ia pikir dirinya memang tidak apa-apa.
"Iya. Info darimana lo? Kalo gue kritis?" Tanya Sissy.
Tobi mengernyit bingung. Galang gak mungkin bohong, kan? Sesaat kemudian, Tobi menggeleng. Jika Sissy sudah baik-baik saja, syukurlah. Tapi yang terpenting...
"Terus Galang mana? Dari kemarin malem tau, gak? Dia gak balik-balik. Malahan si tansky nyariin mulu, panik gak denger suara anaknya sedikitpun. Sampe nangis-nangis tuh nyokapnya Galang."
Nayla dan Sissy terbelalak. Pasalnya mereka tau jika Galang hilang. Memang, ya! Walaupun berjauhan, tapi firasat seorang ibu tidak pernah salah. Buktinya, Dewi terus mencari Galang dari kemarin malam, yang jelas-jelas itu bertepatan dengan waktu kejadian Galang hilang.
"Gu-gue gak tau." Ucap Nayla gugup. Dalam hati, diam-diam ia kembali merasa bersalah. Karna dirinya, Dewi jadi panik memikirkannya anaknya yang hilang disini.
***
"Galang Putra Hara." Panggil sang guru yang tengah mengabsen murid-muridnya, namun tak ada satu pun yang menjawab.
"Dimana Galang?"
Semua terdiam. Tak ada yang menjawab.
"Tobi! Galang mana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
