Jangan Pergi!

944 48 12
                                        

Sesuai janji Galang kemarin, ia menjemput Thea ke Mansionnya. Kebetulan, semua anak-anak Agra sudah siap. Digo yang melihat kedatangan Galang hanya mendengus sinis. Sementara Galang tak peduli dengan perlakuan Digo. Fokusnya hanya pada Thea.

"Eh, udah mau pada berangkat, ya?" Tanya Galang basa-basi sambil cengengesan.

Tristan tersenyum, "Gue titip Thea sama lo, Lang!"

"Tanpa lo minta, gue pasti akan jaga Thea, kok!" Ucap Galang.

Semuanya pun lekas menuju mobil masing-masing. Tristan bersama Yasha dan Jordan. Sementara Digo bersama Liora, Tania, dan Inge. Diam-diam Inge masih menatap Galang takut. Galang pun melihat tatapan Inge itu.

"Lo masih aja takut sama gue? Gue udah maafin lo, kok. Lain kali, mulutnya dijaga makanya." Ucap Galang membuat Inge sedikit lebih tenang. Ia pun lekas memasuki mobilnya. Tak lama kemudian, kedua mobil itu lekas berjalan meninggalkan Mansion.

Galang pun menatap Thea, "Mau berangkat sekarang?" Tanyanya.

"Iya."

Setelah itu, Galang kembali menyalakan motornya. Begitu motor itu menyala, Thea lekas menaiki jok belakang. Dirasa sudah siap, motor itu pun lekas berjalan menuju Sekolah.

***

Wuuussshhh...

Seseorang datang dengan melesat. Terlihat matanya yang oren menyala. Sudah dipastikan jika ia adalah manusia serigala.

"Akhirnya gue kembali lagi kesini." Ucap manusia serigala itu, "Gue kembali karna ingin membalaskan dendam kematian Ken. Berita kematian Ken menyebar begitu cepat sampai ke telinga gue. Gue gak terima! Volturi, terima pembalasan gue karna telah membunuh Ken. Gue tunggu lo di peperangan sirklus matahari kembar yang jatuh pada lusa nanti." Ucapnya menyeringai.

***

"Eh, Digo! Gue turun disini aja." Ucap Inge tiba-tiba.

"Kenapa?" Tanya Digo mengernyit bingung. Pasalnya ini belum sampai di Sekolah Inge dan Tania.

"Itu, ada temen gue Farah. Gue bareng dia aja." Ucap Inge menunjuk pada temannya yang hendak menyebrang.

"Oh." Digo pun menurutinya. Ia segera menghentikan mobilnya.

"Makasih, Digo." Ucap Inge tersenyum.

Begitu Inge akan turun, Tania sedikit menahannya. Inge pun menatap Tania.

"Kata Thea, lo semalem mulai gak bisa kendaliin diri lagi. Awas aja kalo lo macem-macem!" Ucap Tania memberi peringatan.

Inge memutarkan bola matanya malas. Tanpa membalas ucapan Tania, Inge menyelonong pergi begitu saja. Membuat Tania mendengus kesal.

Begitu Inge tiba diluar mobil, Digo lekas menjalankan mobilnya kembali mengantar Tania terlebih dahulu. Setelah itu, Inge hendak menghampiri Farah. Namun...

Wuuussshhh...

Bruk...

Inge bertabrakan dengan seseorang yang melesat. Karna Inge akan terjatuh, orang yang menabrak itu refleks menangkapnya. Terjadi adegan tatap-tatapan diantara mereka.

"Gue kayak pernah ngeliat dia. Tapi siapa, ya?" Tanya Inge dalam hati.

"Bukannya dia vampir dari keluarga Agra juga, ya? Siapa namanya? Inge?" Ucap cowok yang menangkap tubuh Inge itu.

Sadar akan posisi mereka masing-masing, keduanya lekas bangkit dari posisi mereka.

"Heh! Lo nyari kesempatan dalam kesempitan, ya?!" Hardik Inge sengit. Sesaat kemudian, ia mengendus guna mencari tau identitas cowok ini.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang