"Morning Good! Pagi Selamat!" Ucap Galang pagi-pagi dengan kosakata yang dibolak-balik.
Dewi yang tengah memasak seketika dibuat mikir. Sementara Puguh yang sedang membaca koran di sofa Ruang Tamu hanya acuh menanggapi perkataan sang anak. Memang agak rada-rada penghuni Rumah ini.
"You gimana sih, Lang? Ngomong dibalik-balik begitu?" Kesal Dewi yang baru sadar karna dikadalin sang anak. Galang hanya cengengesan mendengar keluhan sang ibu.
Suatu hal langka terjadi. Pagi-pagi buta Galang sudah rapih dengan seragamnya adalah hal langka yang pernah terjadi. Biasanya anak itu jam segini masih bergelung dalam selimut. Butuh emosi saat Dewi membangunkannya. Nah, sekarang? Tanpa dibangunin anak itu bangun sendiri? Mungkin Dewi harus memberi apresiasi karna itu.
"Hah? Belum ada sarapan?" Pekik Galang saat ia membuka tudung saji di meja yang ternyata masih kosong.
"Sabar, dong! Mamsky kan lagi Cooking-Cooking Breakfast. Lagian mamsky heran. You kenapa udah wake up jam segini? Biasanya You masih in the Dream."
Galang cemberut, "Ah, mamsky mah! Galang bangun siang, salah! Galang bangun pagi juga salah. Maunya mamsky apa, sih?"
Dewi terkekeh. Ia mengacungkan jari jempolnya pada sang anak, "Good Job, Boy! Jadinya mamsky gak perlu kuras tenaga buat bangunin You."
Galang semakin cemberut mendengar itu. Emangnya ia sekebo itu sampai susah dibangunin?
Klik...
Tiba-tiba Dewi mematikan kompornya. Bukan karna sudah matang. Melainkan karna wanita paruh baya itu akan ke Kamar Mandi. Mau menyuruh Galang ataupun suaminya untuk menggantikan dirinya memasak pun Dewi tak yakin. Bisa-bisa keluar dari Kamar Mandi, Dapur malah kayak kapal pecah. Dewi bergidik membayangkan itu.
"Udah mateng, mam?" Tanya Galang sumringah.
"Belum! Mamsky mau ke Bathroom dulu."
Mendengar itu, Galang mendengus kesal. Padahal, ia sudah lapar sekali. Melihat mamskynya hilang dibalik pintu Kamar Mandi, Galang segera menuju Dapur. Sejak tadi, Galang sudah mencium aroma yang amat menggiurkan baginya. Makanya ini kesempatan emas baginya.
Sesekali Galang melirik papsky nya yang ada di Ruang Tamu sana. Aman! Papsky sangat fokus pada korannya. Sehingga lelaki paruh baya itu tak menyadari gerak-gerik sang anak.
Dengan senyum sumringah, Galang membuka kulkas. Dugaannya benar! Daging ayam satu piring sudah menanti untuk disantap oleh dirinya. Seketika mata Galang menjadi oren karna melihat daging itu. Dengan rakus, Galang menyantap daging-daging itu, saat itu juga. Ia harus buru-buru sebelum mamsky nya kembali. Setelah habis, Galang langsung mengelap bibirnya yang sudah penuh dengan darah. Sebisa mungkin ia menghilangkan jejak agar tak ada yang curiga. Begitu semua bukti hilang, Galang lekas beranjak. Tentunya dengan warna mata yang kembali normal.
"Papsky! Galang pamit, ya!" Ucapnya sambil menyalimi sang ayah.
Puguh menatap Galang bingung, "Loh? Emangnya lu gak sarapan dulu?"
"Keburu telat! Galang ada pertemuan antar Ketua Kelas pagi ini. Kalo nungguin mamsky selesai masak, Galang telat. Assalamualaikum!"
"Waalaikum Salam."
Setelah mendapat jawaban dari sang ayah, Galang beranjak pergi menggunakan motor Blacky kesayangannya.
Tak lama kemudian, Dewi kembali dari Kamar Mandi. Ia mengernyit bingung di kala tak mendapati sang anak di meja makan.
"Galang mana, papsky?" Tanya Dewi.
"Udah berangkat. Katanya ada pertemuan antar Ketua Kelas pagi-pagi." Jawab Puguh sekenanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
