Baru juga datang, Tristan dan Nayla sudah berduaan saja di Lorong. Sebenarnya, itu karna mereka berdua tak sengaja bertemu. Makanya sekarang berjalan berdua di Lorong menuju Kelasnya. Terlihat kedua insan itu yang saling melempar senyuman.
"Gimana keadaan lo, Nay?" Tanya Tristan penasaran.
Di khawatirkan oleh Tristan seperti itu, Nayla tersenyum, "Jauh lebih baik. Makasih, ya! Lagi-lagi lo yang nemuin gue waktu gue ilang."
"Sama-sama, Nay!"
Seketika wajah Nayla menjadi murung. Hal itu membuat Tristan menjadi bingung.
"Lo kenapa, Nay?"
Nayla menghela nafas, "Gue sedih. Malam itu, gue ada rencana mau ke Manado. Gue kangen sama nenek kakek gue. Udah beli tiketnya juga. Sayangnya angus gara-gara gue ilang."
Tristan menunduk. Walaupun ini perbuatan Thea, tetap saja tak menutup kemungkinan ia merasa bersalah.
Tapi Tristan sedikit bersyukur, rencana itu gagal. Karna jika Nayla jauh darinya ataupun Galang, bisa-bisa tak ada yang bisa melindungi gadis itu ketika vampir setempat mengincarnya.
"Gak papa! Mungkin lain kali. Ya, bisa dibilang, uang tiket itu bukan rejeki gue." Ucap Nayla kemudian.
Senyum Tristan kembali terbit melihat Nayla yang kembali ceria.
Tanpa keduanya sadari, Galang sejak tadi di belakang mereka dan memperhatikan keduanya. Sedangkan disisi lain, Tobi yang baru datang dari arah lain langsung menghentikan langkahnya melihat mereka berdua. Ia memilih sembunyi di belokan Lorong dekat mereka seolah tengah menguping percakapan kedua insan itu.
Langkah kaki Nayla terhenti. Ia menatap Tristan lebih dalam. Seketika, Tristan merasa melihat Nayla seolah melihat Sheila. Mereka benar-benar mirip dan tak dapat dibedakan. Tristan jadi semakin yakin jika Nayla adalah reinkarnasi Sheila.
"Sekali lagi gue mau ucapin makasih sama lo. Gue gak tau gimana nasib gue kalo gak ada lo? Maaf juga karna gue sempet marah sama lo." Jelas Nayla tetap menatap Tristan dalam.
Tristan tersenyum. Hal berikutnya yang ia katakan akan membuat Nayla marah.
"Sama-sama, Sheila." Ucap Tristan tanpa sadar.
Senyum Nayla seketika luntur. Galang mengernyit bingung. Tobi melongo tak percaya. Sheila? Mereka tak salah dengar, kan?
"Sejak kapan ya? Nama gue berubah jadi Sheila?" Tanya Nayla kesal. Jujur, ia seperti ini karna cemburu. Ternyata Tristan punya perempuan lain.
Tristan tersentak. Ia baru menyadari perkataannya.
"Maaf, Nay! Itu–"
"Siapa itu Sheila?" Tanya Nayla marah, "Apa lo punya cewek lain?"
"Bukan begitu, Nay!"
Telanjur kesal, Nayla melenggang pergi. Tristan mengusap wajahnya kasar. Kenapa harus salah ngomong, sih? Baru aja baikan, udah marahan lagi.
"Nay!" Panggil Tristan mengejar Nayla.
Sementara Galang di belakang jadi bertanya-tanya. Siapa itu Sheila? Apa Tristan punya perempuan lain? Katanya ia mencinta Nayla? Kalau benar Tristan punya perempuan lain, Galang siap menghajarnya.
***
"Gue mau ngomong sama lo." Ucap Galang serius begitu ia meraih tangan Tristan yang sedang mengejar Nayla.
Melihat keseriusan di wajah Galang, Tristan pun mengurungkan niat untuk mengejar Nayla. Mungkin ia akan menjelaskannya nanti. Alhasil, ia pasrah ketika Galang membawanya melesat. Untung sedang tidak ada orang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
