Tidak Marah

1.3K 57 17
                                        

Setelah pembicaraan itu selesai, Galang tergesa-gesa untuk segera menuju Penginapan. Ia tak mau berlama-lama bertatapan dengan David.

"Sudah selesai kan, ayah?" Tanya Galang.

Hara menatap Galang bingung, "Ada apa anakku?"

"Aku harus segera kembali ke Penginapan. Ini sudah waktunya tidur. Takutnya, nanti terjadi kehebohan karna aku, Angel, dan Sissy tidak ada disana." Jelas Galang. Sesaat kemudian, ia melirik Sissy dan Angel, "Atau mungkin Sissy dan Angel masih mau disini?"

Sissy menggeleng, "Enggak! Gue ikut lo aja, Lang!"

"Gue juga ikut aja, Lang!" Sahut Angel juga.

Tentu saja, itu karna Sissy masih canggung pada yang lainnya. Ia disini karna ada Galang. Ya, Sissy pun terkejut-kejut juga. Jadi selama ini, alasan ia dan Galang memiliki nama belakang yang sama, karna mereka bersaudara?

Lalu Angel, ia memang masih canggung pada semuanya. Ingat! Angel juga dulu menghindari mereka. Hanya Ilalang saja yang ia kenal.

"Ditambah, baju gue juga masih basah kuyup, kan?" Lanjut Sissy menimpali.

Galang pun seketika ingat, "Oh, iya! Baju gue juga masih basah."

"Emangnya kalian abis ngapain, sampe bajunya basah kuyup begitu?" Heran Aurel.

"Abis nyantet, katanya." Celetuk Ken yang menciptakan gelak tawa diantara mereka.

"Bukan! Si Ken dibegoin sama Galang mau aja. Itu! Galang tadi lagi termenung di dermaga. Terus gue kagetin, nyebur deh anaknya ke Laut. Ya udah! Gue selamatin, deh!" Jelas Sissy yang sebenarnya.

"Ngapain Galang termenung di dermaga sendirian?" Tanya Freedom.

Sissy tersenyum jahil, "Dia itu, hhmmpp–"

Galang lekas menutup mulut gadis itu dengan tangannya. Jangan sampai Sissy meneruskan kalimatnya. Sissy pun berusaha melepaskan tangan Galang dari mulutnya.

"Argh! Galang! Tangan lo bau, tau! Abis megang apaan, sih?" Kesal Sissy.

"Abis ngupil gue. Kenapa?" Sengit Galang berbohong.

"Iyuuuhhh! Jorok banget sih, lo!" Ilfeel Sissy kesal. Galang hanya mendelik.

Melihat interaksi itu, semua terkekeh. Mereka tak menyangka, ternyata Galang dan Sissy sudah seakrab itu.

Hara, lelaki yang menjadi ayah dari mereka itu tersenyum. Kini ia mendapatkan kembali kebahagiannya, setelah duka yang bertubi-tubi menghampirinya. Apalagi, Salsa—alias Sissy sekarang menjadi serigala. Lengkaplah sudah kebahagiannya.

"Baiklah! Ku izinkan kalian bertiga untuk pergi. Terima kasih, karna kalian mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan kisah ayah." Ucap Hara pada akhirnya.

"Kenapa ayah harus berterima kasih? Kami kan anaknya ayah? Ayah bebas menceritakan apa saja kepada kami. Apalagi, ini masih kisah kami juga, kan?" Ucap Galang dan diangguki semuanya, "Kalau begitu, kami pamit, ayah!" Ucap Galang lagi. Hara pun mengangguk.

Galang sedikit melirik pada David tanpa ekspresi. Setelah itu, ia, Sissy, dan Angel melesat pergi.

David yang sempat melihat lirikan Galang itu, menghela napas, "Mungkin Galang masih marah sama gue perkara di Jalan tadi." David membatin.

David tidak tau saja, Galang marah bukan soal perkara di Jalan tadi. Soal di Jalan itu, Galang sudah tidak peduli lagi. Galang marah soal perkara Thea, bukan perkara Jalan.

"David. Apa kamu punya masalah terhadap Galang?" Tanya Hara, yang ternyata melihat lirikan Galang pada David tadi.

"Ah! Perkara kesalahpahaman aja, ayah. Di Jalan saat perjalanan menuju Pantai ini, aku tidak sengaja hampir menabrak Galang. Aku tidak menyadari, adanya lampu merah di jalur yang kulalui. Karna itu, aku hampir mencelakai Galang. Tapi, teman-temanku malah menyalahkan dia. Jadi, aku rasa wajar jika dia marah padaku." Jelas David dan Hara mengangguk paham.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang