Kesalahpahaman

1K 55 14
                                        

Melihat Thea hanya terdiam, Excel mendengus kesal. Pasti Thea memikirkan Galang.

"Lo kenapa sih, Thea? Lo mikirin Galang?" Tanya Excel kesal.

Thea melirik Excel sinis, "Gue akan selalu memikirkan dia."

Excel menghembuskan nafasnya frustasi. Ia sedikit mengacak rambutnya.

"Tapi Thea! Galang itu gak cinta sama lo. Dia itu cuma cinta sama Nayla. Kenapa lo gak pernah ngerti? Kenapa lo gak coba buka hati untuk orang lain yang tulus mencintai lo?"

"Galang sedang berusaha untuk mencintai gue. Jadi, yang perlu gue lakuin sekarang adalah sabar." Ucap Thea yang tetap yakin akan pendiriannya.

"Apa lo yakin, kalo Galang bisa mencintai lo? Kalo pada akhirnya dia tetap gak bisa mencintai lo, gimana?"

Thea mendelik, "Kenapa lo malah menjelek-jelekkan saudara lo sendiri. Galang itu kakak lo!" Herannya.

Excel mendesah pelan. Ya, cinta yang membuatnya seperti ini. Ditambah, Excel punya dendam tersembunyi dengan Galang. Sehingga ia berusaha merebut Thea dari Galang. Kalau kalian perhatikan, selama ini Excel kurang akrab dengan Galang. Selama ini, hanya Ken, Freedom, dan Kirana yang memberikan perhatiannya terhadap Galang. Walaupun ada sesekali Excel yang memberikan perhatian. Namun tak sesering ketiga saudara kandungnya itu.

"Sekarang gini, coba lo ke Rumah Nayla. Tadi gue liat, Galang memutarbalikan motornya menuju Rumah Nayla. Lo bisa pastiin, apakah Galang masih mencintai Nayla atau enggak?"

Mendengar itu, Thea terkesiap. Entah dorongan dari mana? Ia jadi mencurigai Galang sekarang. Alhasil, gadis itu melesat pergi menuju ke Rumah Nayla. Excel pun melesat mengekor dari belakang.

***

Liora menatap aneh pada keramaian ini. Ia merasa asing, tapi gak asing juga

"Dimana ini?" Tanya Liora heran.

"Kita ada di Taman yang berbeda Kota dari tempat tinggal kita. Jadi, gue pastiin gak bakal ada yang mergokin kita pacaran disini. Baik sodara lo, maupun sodara gue." Jelas Ken terkekeh.

Liora pun tersenyum mendengarnya, "Bener, ya! Kalo sampe ada yang mergokin, lo gue gampar 100 kali." Ancamnya bercanda.

Namun, rupanya Ken ketar-ketir beneran, "100 kali? Jangan, dong! Nanti muka ganteng gue jadi ilang kalo lo gamparin 100 kali."

Liora hanya senyum-senyum aja mendengarnya. Namun itu tak bertahan lama. Karna tiba-tiba, Liora teringat soal perang.

"Ken! Soal perang itu, gimana?" Tanya Liora lesu.

Mendengar itu, seketika Ken menghela napas lesu juga, "Iya, ya? Masa gue harus ngelawan My Princess Liora? Gue gak bisa!"

Liora termenung. Dalam bayangannya, saat perang itu terjadi ia akan berhadapan dengan Ken. Awalnya, Liora mempercayai jika Ken tidak akan menyerang dirinya. Namun ternyata, itu hanya angan belaka. Ken mendekatinya hanya karna ingin mencari titik lemahnya dirinya, agar bisa menghabisi dirinya dalam peperangan nanti. Jika itu memang benar-benar terjadi, Liora tak bisa menerima faktanya. Karna nyatanya, ia sudah terlanjur jatuh cinta kepada Ken.

Sadar dari lamunan absurdnya, Liora menggelengkan kepalanya. Apa-apaan pemikirannya itu? Ia percaya, Ken bukan serigala yang seperti itu. Ia tidak salah menjatuhkan hatinya pada Ken.

Melihat gelagat aneh dari Liora, Ken mengernyit bingung. Seketika ia khawatir.

"Princess? Princess gak papa? Princess lagi sakit?" Tanya Ken khawatir.

Liora memandang Ken terharu. Bagaimana bisa, ia berpikiran buruk tentang laki-laki ini? Ia pun menggelengkan kepalanya.

"Enggak papa! Gue, cuma memikirkan soal perang itu."

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang