Di sebuah Penjara bawah tanah. Terlihat seorang wanita dengan pakaian serba hitamnya, mulai dari celana, kaos dan jaket kulitnya. Wanita cantik itu tengah mengendap-ngendap. Sepertinya, ia akan kabur dari tempat itu.
Setelah memastikan tidak ada orang di sekelilingnya, wanita itu menghela napas lega.
"Mumpung semua sudah sepi. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur. Anak-anak, tunggu bunda sayang."
Sebelum wanita itu kabur, alangkah baiknya ia melumuri seluruh tubuhnya dengan tanah, agar aroma tubuhnya tak tercium oleh mereka. Setelah siap, wanita itu lekas kabur.
Namun, begitu ia tiba di sebuah persimpangan, langkahnya terhenti. Ia mendengar seseorang yang berbicara. Wanita itu lekas bersembunyi untuk menguping.
"Kita harus fokus mempersiapkan peperangan." Ucap salah satunya yang membuat wanita itu bingung.
"Peperangan? Peperangan apa? Bukankah sirklus matahari kembar itu masih lama?" Gumam sang wanita.
"Benar! Venossa akan mengajukan perang pada bangsa serigala karna Ilalang Putra Hara telah membunuh salah satu orang Istana." Ucap yang satunya lagi.
Wanita itu menutup mulutnya tak percaya.
"Ilalang? Apa yang telah dilakukan oleh Galang?" Wanita itu termenung tak percaya.
Kini wanita itu bisa mendengar langkah kaki kedua orang itu yang mulai melangkah menjauh. Ia pun bisa menghela napas lega.
"Aku harus kabur dari sini. Ini kesempatan bagiku untuk bebas. Mumpung semuanya sedang sibuk. Aku harus menemui anak-anakku untuk memberitahu masalah ini."
Seolah ini memang waktunya untuk bebas dari tawanan, pelarian wanita itu tak terhambat sedikitpun. Itu karna, semua vampir sudah fokus pada peperangan yang sedang mereka persiapkan.
***
"Galang-Galang!" Panggil Angel begitu Galang tiba di Kelas. Karna Tobi terlihat yang kepo-kepo, alhasil Angel segera menarik Galang keluar dari Kelas saja. Tobi pun mendengus kesal.
Begitu berada diluar Kelas, Angel lekas melepaskan pegangannya.
"Kenapa?" Tanya Galang.
"David, gimana keadaannya?" Tanya Angel khawatir. Jangan lupakan, Angel ini adalah adik kandungnya David.
Galang menghela napas, "Belum ada perubahan. Dan katanya, penawarnya cuma darah suci."
Seketika Angel terlihat murung, "Gimana, ya? Masalahnya kita bangsa serigala, punya janji yang kuat untuk tidak mengorbankan darah suci."
Galang mengangguk. Bangsa serigala hanya ditugaskan untuk menjaga darah suci. Bukan untuk mengorbankannya. Masalah seperti ini, memang tidak layak jika harus mengorbankan darah suci.
"Makhluk Astral!" Panggil Sissy dari kejauhan.
Tentu ada Nayla juga yang mengekor. Begitu tiba dihadapannya Galang, Sissy menatap Nayla sebentar, "Nay, lo bisa masuk dulu, gak? Gue mau ngomong sebentar sama si makhluk astral."
Nayla menghela napas, "Emangnya mau ngomong apaan, sih? Sepenting itu ya, sampe gue gak boleh denger?"
"Bukan gitu, Nay! Ini itu urusan bangsa serigala. Jadi, mendingan lo masuk duluan aja, deh!" Ucap Sissy cengengesan.
"Itu Angel gak disuruh masuk?"
"Eits! Gue lagi ngomong sama Angel sebentar. Jadi, gak ada yang boleh nyuruh dia buat masuk." Cegah Galang agar Angel tak disuruh masuk juga oleh Sissy, "Lo sendiri, gimana keadaan lo?" Tanya Galang basa-basi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
