Satu Bulan Kemudian...
Selama perjalanan ke Sekolah, Thea termenung didalam mobil. Saat ini, mereka akan ke Rumah Nayla dulu. Karna kata Digo, ia ingin menjemput Sissy. Selama sebulan ini, banyak hal yang telah terjadi. Dimulai dari Sissy yang menceritakan tentang hubungan kekeluargaan serigalanya, sampai keluarga Agra, Nayla, dan Tobi tau jika Sissy, Angel, dan Galang itu bersaudara. Tania dan David pun rupanya semakin dekat. Bahkan Digo dan Sissy pun sudah berbaikan. Dan akhirnya mereka bucin-bucinan lagi. Termasuk Thea yang kini kembali tinggal di Rumah Agra, namun ia tetap berpihak pada bangsa serigala.
Pandangan Thea jauh lurus memperhatikan jalanan melalui kaca mobil. Mungkin matanya menangkap pemandangan sepanjang jalan, tapi pikirannya terbang jauh disana memikirkan Galang yang saat ini tengah ia rindukan.
"Udah sebulan Galang pergi ke Italia. Dia belum ada tanda-tanda untuk kembali juga. Apa Galang betah disana? Bagaimana kalau dia memilih untuk gak pernah kembali? Galang, gue kangen banget sama lo." Ucap Thea dalam hati. Ia sudah sangat-sangat merindukan laki-laki yang ada dihatinya itu. Thea benar-benar takut jika Galang memutuskan untuk tidak pernah kembali lagi. Jika itu memang terjadi, lantas dirinya bagaimana?
"Lo mikirin apa, Thea?" Tanya Liora yang ada disebelahnya.
Thea hanya menggeleng. Ia hanya mampu menahan tangis atas gejolak kerinduannya.
"Lo mikirin Galang? Lo kangen sama dia?" Tanya Liora lagi.
"Mana mungkin gue gak kangen dia, Liora?" Jawab Thea berbalik tanya dengan suara yang serak.
Merasa tak bisa melakukan apapun, Liora hanya mampu mengusap bahu Thea.
Tin-tin...
Kedua gadis itu dikejutkan dengan Digo yang tiba-tiba menekan tombol klakson. Mereka pun mengernyit bingung.
"Thea!" Panggil Digo tiba-tiba. Gestur wajahnya seperti sedang menunjuk sesuatu didepan mobil.
"Apa?" Bingung Thea.
Thea memutuskan untuk melirik pada depan mobilnya sesuai arahan Digo. Seketika matanya berbinar. Ia seolah tak bisa mempercayai apa yang dilihatnya.
"Itu beneran Galang?" Tanya Thea tak percaya. Matanya berkaca-kaca.
"Iya. Lo mau turun, gak? Berangkat bareng dia?" Tawar Digo.
"Beneran boleh?" Tanya Thea.
Digo mengangguk, "Mumpung gue lagi baik."
Thea pun tersenyum mendengarnya, "Makasih ya, Digo."
Mengambil tas miliknya, Thea lekas bergegas turun dari mobil. Setelah Thea turun, mobil itu kembali berjalan melewati Thea dan Galang. Dengan langkah antusias, Thea menghampiri pada Galang.
"Galang?" Panggil Thea dengan sumringah. Sesaat kemudian ia tertegun. Thea seolah kehilangan binar itu dimata Galang. Tatapan laki-laki itu lebih terkesan dingin.
"Thea?" Sambut Galang yang terkesan datar. Thea pun semakin tertegun. Biasanya, Galang akan menyambutnya ceria. Tapi, Thea seolah kehilangan keceriaan itu dari diri Galang. Apakah Galang masih sesedih itu?
Tak mementingkan ekspresi Galang yang datar, Thea tetap menampilkan senyumannya. Baginya Galang kembali saja itu sudah cukup.
"Lo kembali? Gue pikir, lo akan terlena disana? Lo memilih untuk gak kembali." Ucap Thea sedikit berkaca-kaca.
Galang tersenyum walaupun dipaksakan, "Disana gue emang bahagia. Tansky dan Zidan benar-benar layaknya keluarga buat gue. Ditambah, gue punya temen baru juga disana. Dan gue rasa, itu cukup untuk gue bertahan disana. Bahkan gue sempet berpikir untuk menetap disana selamanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
FanfictionGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
