Inge Kembali Bertingkah

914 44 29
                                        

Berangkat Sekolah kali ini, Tristan akan menjemput Nayla setelah ia mengantarkan Tania. Sementara Digo dan Sissy memilih melesat saja. Toh mereka bisa melesat, jadi bisa pacaran dulu di jalan. Hingga tersisalah Yasha sebagai pengemudi, dan disebelahnya bersama Jordan. Sedangkan di kursi belakang, ada Liora, Thea di tengah, dan Inge diujung.

Jika kemarin Liora masih menangis-menangis, maka kali ini tidak. Vampir yang biasa memasang raut jutek itu, kini tengah tersenyum-senyum sendiri. Ia mengingat kejadian dengan Galang semalam.

Bukan karna Liora langsung Move On begitu saja. Justru karna ia mencintai Ken, ia seolah melihat Galang seperti melihat Ken. Makanya ia membayangkan Galang seperti membayangkan Ken.

"Liora? Lo kenapa? Kemarin lo masih nangis-nangis. Sekarang lo senyum-senyum sendiri." Heran Yasha. Thea dan Inge pun menatap penasaran.

Jordan terkekeh. Ia senang Liora sudah lepas dari kesedihan itu, "Mungkin dia sedang membayangkan sesuatu yang indah."

"Sok tau lo! Siapa yang senyum-senyum sendiri, sih? Siapa juga yang membayangkan sesuatu yang indah?" Liora balik bertanya dengan sengit. Itu karna ia malu terpergok oleh kedua saudaranya. Yasha dan Jordan pun hanya terkekeh saja.

Liora terdiam. Ia kembali termenung dan senyum-senyum sendiri lagi. Thea yang melihat itu menatap curiga. Bagaimana bisa kesedihan Liora hanya sebentar? Jika ia yang mengalaminya, sudah pasti ia akan berlarut-larut dalam kesedihan. Namun, Thea bersyukur jika Liora memang sudah tidak sedih lagi.

Tiiinnn...

Yasha menginjak tombol rem mendadak. Sehingga yang didalam mobil terjengit kaget. Rupanya, mobil mereka hampir bertabrakan dengan motor Galang yang kebetulan arahnya saling berlawanan.

"Galang?" Bingung Yasha. Pasalnya, posisi Galang saat ini bukan menuju Sekolahnya. Melainkan ke Mansion mereka.

Liora yang melihat kehadiran Galang, diam-diam menyunggingkan senyumnya. Tanpa sengaja, Yasha melihatnya dari kaca spion.

"Liora? Lo kenapa senyum-senyum lagi?" Tanya Yasha membuat Thea meliriknya. Sehingga Liora kelabakan.

"Apaan sih, lo? Siapa yang senyum-senyum sendiri, sih? Jadi orang jangan resek tau, gak?" Sengit Liora dan langsung turun dari mobil. Hal itu membuat Thea dan Inge mengernyit bingung. Kenapa jadi Liora yang semangat turun?

"Liora! Lo mau ngapain?" Tegur Yasha pada Liora yang sudah berada diluar mobil. Namun, Liora tak mengubrisnya.

Kini Galang yang masih berada diatas motor, menatap Liora bingung. Kenapa jadi Liora yang keluar mobil? Ia pikir, Thea yang akan turun.

Galang pun menuruni motornya.

"Galang. Gue cuma mau bilang makasih soal pertolongan lo semalam." Ucap Liora tersenyum.

Galang semakin bingung, "Si Liora kenapa jadi kayak salah tingkah sama gue? Sok manis, lagi! Biasanya juga dia jutek sama gue?" Galang bertanya-tanya dalam hati.

"Galang, kok lo diem aja?" Tanya Liora membuat Galang membuyarkan lamunannya. Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Thea mana?" Tanya Galang mengalihkan perhatian.

Kini Liora kembali disadarkan oleh fakta. Galang adalah milik Thea. Bagaimana bisa ia menjadi seantusias ini saat bertemu dengan Galang?

Tak lama kemudian, Thea dan Inge turun dari mobil. Mereka menatap Liora bingung.

"Lo kenapa, Liora?" Tanya Thea penasaran. Sementara Inge menatap Liora curiga.

"Gak! Gue gak papa. Gue cuma mau ngucapin makasih sama pertolongan Galang semalam." Jawab Liora kikuk.

Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang