Galang dan Thea memilih Hutan serigala sebagai tempat berduaan mereka. Mereka berada di tepi Danau tengah Hutan serigala untuk menikmati pemandangan pantulan bulan sabit yang ada di air Danau itu.
Thea asyik menyandarkan kepalanya pada bahu Galang. Terlihat gadis itu yang nyaman sekali. Galang pun terkekeh.
"Malam ini sangat sempurna. Pemandangan pantulan bulan itu cantik sekali. Ditambah, sesuatu hal terjadi tanpa pernah gue duga-duga." Ucap Thea tersenyum, dengan posisi yang tetap menyandar pada Galang.
"Iya. Malam ini sangat sempurna. Lo jadi pacar gue, terus kita berduaan di Hutan menikmati pemandangan Danau yang cantik itu. Di tambah, di samping gue juga gak kalah cantik, kok!" Gombal Galang.
Thea terkekeh, "Dasar gombal!"
"Gak papa. Gombalnya ke pacar sendiri ini. Kalo gombalnya ke cewek lain, pasti lo marah."
Plak...
Thea menepuk bahu Galang. Setelah itu, ia kembali menyandar setelah menepuk bahu itu.
"Gak boleh lah! Dasar mata keranjang. Cewek manapun lo baperin." Jengkel Thea mengingat kelakuan Galang dulu.
"Emang iya?" Tanya Galang seolah lupa.
"Tania, Inge, Angel. Terus, sama Nayla pun masih perhatian." Thea mengerucutkan bibirnya.
"Angel kan sodara gue?" Elak Galang.
"Sebelumnya! Sebelum lo tau kalo Angel itu sodara lo. Parahnya lagi, itu terjadi setelah lo ngomong agar gue jangan suka sama lo. Lo nya aja terlalu Friendly sama cewek-cewek. Gimana gak pada baper?" Ambek Thea mengingat semuanya.
"Apalagi gue ganteng. Iya, kan?" Tanya Galang menggodai.
Thea berdecak, "Mana iya, lagi!" Gumam Thea membuat Galang tertawa.
"Ciiieeeee! Pacar gue cemburunya lucu banget, sih! Sampe sama sodara gue pun, lo cemburu. Gemes, deh!" Ledek Galang kembali menggodai. Ia pun mencubit pipi Thea.
Thea sedikit meringis, "Ih, pas gue tau Angel sodara lo mah, gue gak cemburu. Ngapain gue cemburu?" Ambeknya lagi. Kok pacaran malah nyebelin, ya?
Galang kembali tertawa. Thea benar-benar lucu dimatanya.
"Cemburu tanda sayang. Berarti, lo sayang sama gue, dong?" Tanya Galang tengil.
Thea memblushing. Untuk itu, ia tak bisa menolak fakta. Ucapan Galang sangat benar.
Galang pun merangkul Thea dengan erat. Seolah ia tidak ingin melepaskan gadis itu. Tatapannya menerawang jauh keatas langit sana. Ada perasaan, yang sulit ia ungkapkan dengan kata-kata, saking ia merasa bahagia.
"Untuk saat ini, gue ingin seperti ini dulu. Damai, dengan lo ada disamping gue. Kalo bisa, gue pengen kayak gini selamanya. Tanpa adanya masalah yang datang." Ucap Galang mendadak serius.
Thea pun lekas menggenggam tangan Galang yang satunya lagi. Tujuannya, ia ingin memberikan ketenangan pada laki-laki itu.
"Apapun masalah yang menghampiri, gue akan selalu disamping lo. Gue akan terus mengikuti lo, kemanapun lo pergi. Sekalipun jalannya harus berliku." Ucap Thea teduh.
Galang tersenyum menatap Thea, "Makasih, ya! Lo udah mau sabar nungguin gue untuk menyembuhkan luka hati gue dulu, dan nunggu gue untuk membuka hati gue buat lo."
Thea pun ikut tersenyum, "Makasih juga, karna lo udah mau membalas perasaan gue."
***
Sama seperti Galang dan Thea, Ken dan Liora memilih berjalan-jalan di Hutan dekat Wilayah serigala. Kedua tangan mereka saling tertaut, wajah mereka yang berseri-seri, dan senyuman yang saling terlempar satu sama lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortal Creature (GGS Fanfiction My Version) END
Fiksi PenggemarGanteng Ganteng Serigala Fanfiction (My Version) Ketika makhluk Immortal hidup berdampingan dengan manusia. Galang dan Nayla adalah dua orang sahabat yang merupakan manusia biasa. Keduanya dekat bahkan saling membutuhkan. Namun, semuanya berubah ke...
